Jokowi Respons Kabar Reshuffle dan Kemarahannya di Rapat Kabinet

Jokowi sempat melontarkan wacana reshuffle saat rapat kabinet Juni lalu. Alasannya para Menteri dianggap tak peka mengantisipasi dampak pandemi.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
4 September 2020, 17:11
jokowi, reshuffle, kabinet
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/aww.
Presiden Joko Widodo mengenakan masker di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Dalam pertemuan dengan sejumlah Pemimpin Redaksi, Jumat (4/9), Presiden mengatakan dirinya tak akan merombak kabinet saat ini.

Presiden Joko Widodo angkat bicara soal potensi kocok ulang kabinet (reshuffle) yang sempat dilontarkan dirinya beberapa bulan lalu. Dia memastikan pergantian posisi Menteri tak akan dilakukan saat ini.

Presiden menyampaikan informasi ini kepada sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (4/9).  Dalam pertemuan tersebut, Jokowi ditemani Menteri Sekretaris Negara M. Pratikno dan Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.

Jokowi sempat menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah bawahannya pada rapat kabinet 18 Juni lalu.  Bahkan dia mengancam akan mengocok ulang kabinet jika anggota kabinet tidak menunjukkan progres saat menangani krisis dampak Covid-19.

Namun belakangan dirinya mengatakan langkah tersebut tak akan diambil dalam waktu dekat. Pertimbangannya adalah situasi yang tak memungkinkan. “Dalam kondisi ini, kok mau reshuffle, enggak-lah. Minggu ini tidak ada, minggu depan juga tidak,” kata Jokowi.

Presiden juga menyampaikan bahwa bisa jadi pandemi membuat dirinya lebih cepat naik pitam. Oleh sebab itu dia menganggap kemarahannya tersebut merupakan hal yang biasa.“Mungkin karena keseringan di rumah juga. Jadi wajar saja,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Saat menyampaikan kemarahannya, Jokowi sempat menyentil bawahannya yang dianggap tak peka pada krisis.  Dia lalu merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dibuat beberapa lembaga internasional. "Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progres signifikan,” kata Jokowi.

Bahkan dia sempat mengancam akan mengambil langkah drastis demi menyelamatkan RI dari situasi saat ini. “Bisa saja membubarkan lembaga, bisa reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya,” katanya.

Wacana ini sempat disampaikan Jokowi saat pertemuan dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) awal Juli. Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengatakan isu ini terlontar karena Presiden ingin Kabinet Indonesia Maju bekerja dengan maksimal.

Namun belakangan, Pratikno menyampaikan Jokowi tak akan merombak posisi pembantunya.“Jangan ribut lagi reshuffle karena progres kabinet berjalan dengan bagus,” katanya.

 

Reporter: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait