Peringatan Satgas di Balik Terungkapnya Para Pejabat Positif Covid-19

Masyarakat diminta tak menempelkan stigma negatif ke pemangku kebijakan yang positif Covid-19. Selain itu pejabat diminta melindungi koleganya agar tak terkena corona.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
17 September 2020, 20:47
covid-19, virus corona, pejabat
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengomentari munculnya kasus positif corona di antara pejabat RI. Mereka menyatakan bahwa masyarakat berhak tahu adanya pemangku kebijakan yang bisa terinfeksi SARS-CoV-2.

Beberapa pejabat yang sempat dan masih dirawat karena positif corona adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, serta Bupati Karawang Celica Nurrachadiana.

Selain itu ada pula pejabat yang meninggal usai terinfeksi Covid-19 seperti Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Wali Kota Banjar Baru Nadjmi Adhani, hingga Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito meminta publik tak memberikan stigma negatif lantaran Covid-19 dapat menyerang siapa saja.Namun dia juga mengingatkan agar pejabat dan pimpinan kantor dapat melindungi koleganya agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi.

“Karena bergantung pada kita semua untuk menjalankan protokol kesehatan,” kata Wiku, Kamis (17/9) dilansir dari Antara.

Wiku juga menganggap kabar beberapa pejabat yang positif terkena corona merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat. “Publik juga harus mengetahui dari pemberitaan bahwa banyak pejabat yang terkonfirmasi positif,” kata

Wiku menjelaskan masih banyak kasus positif Covid-19 di perkantoran terutama pada instansi pemerintah. Hal ini menurutnya harus jadi perhatian bersama untuk mencegah penularan lebih banyak. “Karena jumlah klaster perkantoran semakin lama meningkat,” ujarnya.

Edhy Prabowo bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono terkena virus corona usai keduanya melakukan kunjungan kerja ke tiga daerah. Edhy sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati sebelum dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto.

Kondisi politisi Partai Gerindra tersebut sempat memburuk hingga harus dirawat intensif, namun kini telah membaik. "Memang sempat dimasukkan di ICU dengan tujuan untuk perawatan lebih baik," kata Juru Bicara Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Sedangkan Sekda DKI Jakarta Saefullah mengembuskan napas terakhir usai dirawat di RSPAD karena Covid-19.  Mantan atasannya di Balai Kota yakni Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita atas berpulangnya mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu.

“Saya mengingat almarhum sebagai seorang rekan kerja yang ramah, pekerja keras, dan cepat,” kata Jokowi dalam akun Instagramnya, Rabu (16/9).

 

Reporter: Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait