Satgas Kaji Aceh Masuk Daftar Penanganan Khusus Corona

Pemerintah akan fokus penanganan corona di 10 Provinsi. Kasus di Bali dan Jakarta akan jadi perhatian khusus karena rasio kecukupan kasur perawatan.
Image title
28 September 2020, 16:52
virus corona, aceh, covid-19
ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.
Beberapa murid baru mencuci tangan di wastafel saat simulasi penerapan protokol kesehatan di SMA-1 Banda Aceh, Aceh, Sabtu (11/7/2020). Sebagian SMA/SMK di daerah itu menyatakan siap memulai Proses Belajar Mengajar (PBM) tahun ajaran baru 2020/2021 yang dijadwalkan pada, Senin (13/7/2020), baik secara tatap muka maupun daring dengan penerapan prorokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19, namun hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu keputusan dari pemerintah.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan delapan provinsi prioritas dalam penanganan virus corona. Namun, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengusulkan Aceh masuk dalam provinsi prioritas penanganan Covid-19.

Jika Aceh masuk, maka jumlah wilayah prioritas penanganan corona menjadi 10 provinsi. Sebelumnya ada delapan provinsi yang dianggap prioritas yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Bali. Papua belakangan masuk daftar hingga menjadi sembilan provinsi.

"Kami usulkan tambahan karena peningkatan kasus tinggi. Sehingga total 10 provinsi," kata Doni dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Jokowi, disiarkan secara virtual, Senin (28/9).

Doni mengatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan telah melakukan koordinasi dengan pakar mulai dari epidemiolog hingga farmasi tiap hari. Luhut sebelumnya telah ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menangani wilayah dengan kasus positif SARS-CoV-2 tinggi.

Dari sisi perawatan, Doni mengatakan ada peningkatan masyarakat yang dirawat di rumah sakit rujukan dan RSD Wisma Atlet. Makanya pemerintah menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di 10 provinsi untuk menambah kapasitas isolasi pasien virus corona.

Secara rinci, DKI Jakarta telah menyiapkan tambahan 2.410 kamar dari 20 hotel. Kemudian, Jawa Timur ada tambahan 2.160 kamar dari 16 hotel, Papua 1.797 kamar dari 13 hotel, Bali 1.559 kamar dari 10 hotel, dan Sulawesi Selatan 1.156 kamar dari 9 hotel.

Selanjutnya, Jawa Barat ada tambahan 949 kamar dari 17 hotel, Kalimantan Selatan 992 kamar dari 13 hotel, Sumatera Utara 449 kamar dari 16 hotel, Aceh 869 kamar, dan Jawa Tengah 173 kamar dari 2 hotel.

Dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kasus di Bali dan Jakarta perlu dapat perhatian khusus lantaran tingkat keterisian kasur (BOR) lebih tinggi dari standar WHO sebesar 60%.

Pada 25 September, BOR di DKI mencapai 60,6%, sementara CFR 2,4%. Sedangkan, tingkat keterisian kasur di Bali mencapai 61,6% dengan case fatality rate 2,9%.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya menurunkan tingkat okupansi tempat tidur di bawah standar WHO. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengurangan angka kematian akivat Covid-19.

Beberapa di antaranya seperti peningkatan kapasitas rumah sakit, penyiapan fasilitas isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet dan hotel untuk orang tanpa gejala, serta pemisahan kelompok dengan penyakit penyerta.

"Lalu Presiden mengarahkan, rumah sakit dilakukan audit dari Kemenkes agar menjaga keselamatan tenaga kesehatan," katanya.

Dari data Kementerian Kesehatan, tambahan kasus positif dari Provinsi Aceh pada Senin (28/9) mencapai 79 orang. Sedangkan kasus corona di Serambi Mekkah sempat melonjak 191 orang pada Sabtu (26/9) lalu. Secara total, jumlah pasien Covid-19 di wilayah tersebut sebanyak 4.325 orang.

Adapun jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga hari ini bertambah 3.509 menjadi 278.722 orang. Sebanyak 206.870 pasien dinyatakan sembuh dan 10.473 orang meninggal dunia.

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait