Survei: 62% Responden Masih Nyaman dengan Kinerja Jokowi saat Pandemi

Namun warganet masih menyoroti langkah dan strategi penaganan Covid-19 pemerintah yang dinilai tidak jelas
Image title
Oleh Rizky Alika
14 Oktober 2020, 18:43
survei, virus corona, jokowi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/nz
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Lembaga survei KedaiKOPI melakukan pengukuran opini publik penanganan virus corona oleh pemerintah. Hasilnya, 62,6% respoden merasa nyaman dengan kinerja Presiden Joko Widodo pada masa pandemi Covid-19.

Survei dilakukan pada 803 responden pada 8-10 Oktober 2020 dengan metode telesurvei. Indikator penilaiannya adalah 1 untuk sangat tidak nyaman hingga 10 untuk sangat nyaman.

"Kalau persentase dibagi menjadi 6-10 untuk nyaman, dan 1-5 untuk tidak nyaman, maka yang nyaman berjumlah 62,6%," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/10).

Sementara itu, jumlah responden yang merasa tidak nyaman berjumlah 37,4%. Bila dirinci, responden yang merasa nyaman sebagian besar menjawab dengan indikator 6-7 sebanyak 44%. Sementara responden yang merasa tidak nyaman didominasi pada indikator 4 dan 5 sejumlah 22,4%.

Dari demografinya, 55,3% responden merupakan laki-laki, selebihnya perempuan. Mayoritas responden sebanyak 84,9% merupakan generasi Y yang berusia 26-43 tahun. Kemudian, sebanyak 17,5% merupakan generasi Z berusia 17-25 tahun, 26,4% generasi X pada usia 44-54 tahun, dan 1,1% berusia 55-65 tahun.

Dari pendidikannya, sebagian besar responden merupakan tamatan SMA atau sederajat, yaitu sebanyak 54,9%. Selebihnya, lulusan setara sarjana sebanyak 26,5%,  D1/D2/D3 sebanyak 15,1%, dan SMP sebanyak 1,9%.

Selain itu, Survei KedaiKOPI juga mempertanyakan kepercayaan responden terhadap pejabat publik. Hasilnya, kepercayaan publik pada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mendapatkan nilai 6,2.

Kemudian, kepercayaan responden kepada Gubernur di daerahnya menempati posisi kedua dengan nilai 5,9. Nilai ini setara dengan kepercayaan responden terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Secara total, pemerintah pusat mendapatkan nilai 5,7. Sedangkan kepala daerah menempati posisi terendah yaitu 5,6.

Bila dilihat berdasarkan kinerja menteri, sebagian besar responden menyatakan puas dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dengan nilai rata-rata 5,9. Posisi selanjutnya diisi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mendapatkan nilai 5,88.

Berikutnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendapatkan nilai masing-masing 5,79 dan 5,71. Adapun, menteri dengan peringkat kepuasan terendah ialah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan nilai 5,27.

Sementara di media sosial, penelusuran Drone Emprit menunjukkan ada beragam tanggapan warganet atas penanganan Covid-19 pemerintah. Namun respons yang paling dominan ialah ketidakpercayaan terhadap keseriusan pemerintah dalam menangani Covid-19.

"Mereka bandingkan dengan Omnibus Law yang sangat serius," ujar Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, warganet dominan memperbincangkan langkah dan strategi penaganan pemerintah yang dinilai tidak jelas. Mereka juga berharap pemerintah lebih serius dalam pelacakan (tracing), pengetesan (testing), perawatan (treatment), serta protokol kesehatan.

Selain itu, warganet juga berharap agar publik tidak menyepelekan Covid-19 lantaran kobran meninggal dan jumlah kasus masih tinggi.

Adapun, penelusuran dilakukan di media sosial Twitter selama 14 September-13 Oktober 2020. Kata kunci yang digunakan ialah pemerintah, Indonesia, pemprov, gubernur, wali kota, kabupaten, dan propinsi. Sementara, filter yang digunakan ialah corona, virus, covid19, covid-19, coronavirus, dan viruscorona

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait