Harapan Pengusaha Agar Pembatasan Kapasitas Bioskop Jakarta Dikurangi

Pembatasan penonton sebesar 25% dari kapasitas ruangan membuat sejumlah perusahaan mempertimbangkan rencananya. Pengusaha berharap angka tersebut dikurangi hingga 50%.
Image title
16 Oktober 2020, 18:10
bioskop, psbb, jakarta
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.
Suasana simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop CGV Cinemas di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan bioskop dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan alat pelindung wajah bagi karyawan, pembatas jaga jarak, masker, sarung tangan dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan bioskop untuk kembali beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Namun, pembatasan penonton sebesar 25% dari kapasitas ruangan membuat sejumlah perusahaan mempertimbangkan rencananya.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia Djonny Syafruddin mengatakan, para operator layar lebar tidak berminat untuk menayangkan produknya lantaran tidak bisa menutup biaya produksi. Oleh sebab itu ia berharap Pemprov mengurangi pembatasan hingga separuh kapasitas saja.

"Seperti Starvision tidak mau. Mereka mau bila kapasitas penonton minimal 50%," kata Djonny saat dihubungi Katadata.co.id, Jumat (16/10).

 Pemilik Dakota Cinema itu mengatakan hanya CGV Cinemas yang sudah berencana dibuka pada pekan depan. Sementara itu, Cinepolis masih menunggu proses kajian dari pemerintah provinsi DKI. sedangkan Cinema XXI masih tutup lantaran alasan kuota tersebut.

Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI mengatakan, pihaknya menunda pembukaan bioskop di Jakarta. Keputusan ini diambil setelah mempelajari dan meperhitungkan kondisi secara lebih lanjut.

"Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan film yang akan ditayangkan, baik film Hollywood maupun film nasional," kata Dewinta dalam keterangannya. Ia pun berharap, kondisi pandemi Covid-19 dapat membaik sehingga Cinema XXI dapat kembali beroperasi. 

Sementara, Public Relations PT Graha Layar Prima Tbk Hariman Chalid mengatakan, CGV Cinemas masih menunggu hasil kajian dari DKI. Saat ini, CGV telah mengajukan permohonan persetujuan teknis kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI (Parekraf) DKI Jakarta.

 Kemudian, pemerintah provinsi akan berkunjung sekaligus meninjau kesiapan bioskop CGV pada pekan depan. Bila diizinkan, Dinas Parekraf DKI akan menerbitkan surat (SK) Kepala Dinas Parekraf untuk perizinan pembukaan kembali bioskop. "Kami ikuti dulu prosedurnya," ujar dia.

Untuk memastikan pengunjung layanan bioskop aman dikunjungi selama pandemi, CGV sudah menyiapkan protokol kesehatan sesuai panduan dari Kementerian Kesehatan. Persiapan tersebut di antaranya, wajib menggunakan masker di area bioskop, menyediakan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, pembatasan kapasitas ruang auditorium bioskop dan menjaga jarak.

Manajemen juga membentuk tim gugus tugas Covid-19 di bioskop, membersihkan rutin ruangan pemutaran film sesudah waktu tayang dengam cairan disinfektan dan menyarankan pembayaran non-tunai setiap transaksi pembelian makanan.

Sebagaimana diketahui, CGV Cinemas membukukan kerugian hingga Rp 185,5 milar sepanjang semester I-2020. Nilai tersebut berbanding terbalik dengan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya, lantaran perusahaan memperoleh laba sebesar Rp 41,1 miliar.

 

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait