Pemerintah Mulai Vaksinasi Corona 9,1 Juta Penduduk Bulan Depan

Vaksinasi dilakukan pada kelompok berisiko seperti tenaga kesehatan, aparat pemerintah, hingga personel TNI dan Polri.
Ameidyo Daud Nasution
19 Oktober 2020, 15:26
Ilustrasi Vaksin
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Pemerintah akan melakukan vaksinasi pada 9,1 juta orang berisiko tinggi Covid-19 pada mulai akhir November 2020. Hal ini setelah tiga produsen Tiongkok yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino memberikan komitmen untuk memasok vaksin ke RI.

Kelompok berisiko pertama adalah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan dan laboratorium pemeriksaan SARS-CoV-2. Grup kedua adalah petugas pelayanan publik, aparat TNI-Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

"Sinovac telah berkomitmen untuk memberikan kesempatan Indonesia membeli vaksin dalam dua kali pengiriman. Rencana awal di bulan November 1,5 juta (dosis), dan Desember 1,5 juta (dosis) vaksin," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Yurianto di Jakarta, Senin (19/10).

 

Advertisement

Vaksin akan tersedia setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia memeriksa keamanan dan kehalalan vaksin. Saat ini dua lembaga tersebut sedang berada di Tiongkok untuk untuk memastikan keamanan dan kehalalannya.

Vaksin Sinovac akan diberikan dua dosis pada satu orang dengan jeda 14 hari. Sedangkan pasokannya sebanyak tiga juta dosis bagi  1,5 juta penduduk RI.

Sedangkan Sinopharm akan mengirim 15 juta dosis vaksin untuk 7,5 juta orang. Adapun Cansino menyiapkan 100 ribu dosis vaksin untuk imunisasi pada 100 ribu penduduk.

Selain 9,1 juta kelompok berisiko tinggi, Pemerintah juga menyiapkan pelayanan warga yang ingin menjalani vaksinasi dengan biaya sendiri. “Kami siapkan ruang bagi yang mampu,” kata Yurianto.

Meski demikian, belum hasil penelitian yang menyatakan vaksin telah aman untuk digunakan lantaran masih dalam proses uji fase ketiga. Sinovac sendiri masih menggelar uji klinis ketiga di beberapa negara, salah satunya di Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), hingga 15 Oktober, sudah ada 42 kandidat vaksin yang diuji di seluruh dunia. Dari angka tersebut, sebanyak 10 telah masuk pada uji klinis fase ketiga.

Meski demikian, Pemerintah kerap mengingatkan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan sebelum vaksin ada. Salah satu kedisiplinan yang bisa dilakukan adalah menerapkan 3M yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat untuk berubah,” kata Jokowi dua pekan lalu.

 

  

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait