Perpanjang PSBB Transisi, Anies Minta Warga Jakarta Tertib Jalankan 3M

Indikator kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di DKI menurun selama dua pekan belakangan.
Ameidyo Daud Nasution
25 Oktober 2020, 19:11
anies baswedan, virus corona, jakarta
Facebook.com/Aniesbaswedan
Anies Baswedan bersama jajaran Satpol PP inspeksi protokol kesehatan PSBB Transisi di beberapa kawasan usaha restoran.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama 14 hari hingga 8 November mendatang. Perpanjangan ini diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1.020 Tahun 2020.

Keputusan ini diambil lantaran pergerakan Covid-19 di Ibu Kota selama dua pekan relatif menurun. Rata-rata kasus positif dalam sepekan terakhir mencapai 9,9% dan rasio tes penduduk 5,8 per 1.000 penduduk.

 

Dari data Kementerian Kesehatan, lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta tercatat mencapai 1.211 orang. Sedangkan angka tersebut menurun pada 24 Oktober yakni 1.062 kasus.

Meski demikian, Anies meminta masyarakat tetap berperan aktif dalam memutus rantai penularan corona. Caranya dengan menerapkan 3M yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Pemprov dapat menerapkan rem darurat apabila terjadi penularan yang mengkhawatirkan,” kata Anies dalam keterangan tertulis Minggu (25/10).

Ini lantaran berdasarkan hasil pengamatan perilau 3M yang dilakukan tim FKM dari UNICEF di Jakarta, sempat ada penurunan tren kepatuhan memakai masker dari 75% pada 12 Oktober menjadi 71% pada 24 Oktober.

Adapun kepatuhan menjaga jarak juga turun dari 75% pada 12 Oktober menjadi 73% pada 24 Oktober. Sedangkan kepatuhan mencuci tangan warga meningkat dari 39% pada 12 Oktober menjadi 43% 24 Oktober.

Padahal beberapa indikator penularan terus membaik. Rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua pekan menurun dari 64% pada 12 Oktober menjadi 59% ada 24 Oktober. Begitu juga dengan okupansi tempat tidur intensive care unit (ICU) di sejumlah rumah sakit Jakarta juga turun dari 68% pada 12 Oktober menjadi 62% di 24 Oktober.

Sedangkan indikator pengendalian Covid-19 yang dibuat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia juga meningkat dari skor 60 pada 18 Oktober menjadi 64 pada 24 Oktober. Terakhir, tingkat reproduksi efektif corona DKI juga melandai dari 1,06 pada 12 Oktober menjadi 1,05 dua pekan kemudian.

Ajakan 3M ini gencar dilakukan pemerintah mengingat sampai saat ini belum ada satupun vaksin yang dikatakan mujarab mencegah Covid-19. "Vaksin terbaik yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ujar Kepala Satuan Tugas Penanganan covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (22/10).

 

 

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait