Jokowi Beri Target Menkes: Vaksinasi Corona Beres Kurang dari Setahun

Menkes Budi Gunadi awalnya menargetkan vaksinasi akan selesai dalam waktu 15 bulan.
Image title
5 Januari 2021, 17:31
covid-19, jokowi, virus corona
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.
Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020).Jokowi memerintahkan Menkes Budi Gunadi rampungkan vaksinasi Covid-19 kurang dari setahun.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo mencanangkan target rampungnya vaksinasi Covid-19 dalam waktu singkat. Ia memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyelesaikan pemberian vaksin corona dalam waktu kurangd ari setahun.

Jokowi mengatakan, Budi awalnya menargetkan vaksinasi akan selesai dalam waktu 15 bulan. Namun Presiden meminta target waktu tersebut dipercepat.

"Saya tawar kurang dari setahun sudah harus selesai," kata Jokowi pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1).

 Presiden menjelaskan bahwa vaksinasi di berbagai negara akan berlangsung dalam waktu tiga setengah tahun. Oleh sebab itu pemerintah akan bekerja keras demi memutus rantai penularan pandemi. "Kita butuh beraktivitas normal lagi," katanya.

Jokowi juga menyampaikan sebanyak 15 juta bahan baku vaksin virus corona dari Sinovac, Tiongkok bakal mendarat di Indonesia. Bahan tersebut bakal diproses oleh PT Bio Farma (Persero) sebelum. didistribusikan ke berbagai daerah

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan distribusi vaksin ke daerah dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pengiriman dilakukan sebanyak 700 ribu vaksin. Sedangan stok vaksin di Tanah Air saat ini mencapai 3 juta vaksin. 

Jokowi juga mengatakan vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan. Selain itu, vaksin bakal diberikan kepada pelayan publik seperti TNI, Polri, dan guru. "(Kemudian) langsung berbarengan dengan masyarakat," ujar dia.

 

Sebagaimana adiketahui, pemerintah melakukan pengadaan vaksin melalui lima jalur. Rinciannya, empat jalur bilateral dan satu jalur multilateral.

Lewat jalur bilateral, pemerintah sudah meneken kontrak dengan Sinovac untuk pembelian 125 juta dosis vaksin dan memiliki opsi penambahan sebesar 100 juta dosis. Pemerintah juga telah meneken kontrak pembelian 50 juta dosis vaksin dari Novavax dan memiliki opsi penambahan sebesar 80 juta dosis.

Kemudian, pemerintah telah meneken kontrak dengan Astrazeneca untuk pembelian 50 juta dosis vaksin.  Sedangkan finalisasi kontrak pembelian 50 juta dosis vaksin dengan Pfizer juga segera dilakukan.

Lewat jalur multilateral, Indonesia mengikuti kerja sama aliansi global untuk vaksin dan imunisasi (GAVI). Perkiraannya, Indonesia akan mendapatkan 54 juta dosis vaksin Covax dari GAVI dan punya potensi penambahan 54 juta dosis di masa mendatang.

Bagi-bagi Sertifikat

Sebelum menyampaikan progres terbaru program vaksinasi, Jokowi membagikan 584.407 sertifikat tanah yang berada di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota. Ia mengatakan realisasi penyerahan sertifikat tanah sepanjang tahun lalu mencapai 6,8 juta sertifikat. 

Jokowi pun meyakini, target penyerahan 11 juta sertifikat selama setahun dapat tercapai bila tidak ada pandemi Covid-19. Sebab, realisasi pembagian sertifikat tanah selalu melampaui target yang diberikan.

"Sebelumnya kami beri target 5 juta, bisa lebih 6 juta. Target 7 juta, bisa lebih 8 juta," ujar dia.

 

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait