5.767 Kasus Baru Corona RI, 46% Berasal dari Jakarta dan Jawa Barat

Kemenkes juga melaporkan sebanyak 2.413.615 orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19
Ameidyo Daud Nasution
6 Maret 2021, 18:29
covid-19, jawa barat, jakarta
ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.
Tenaga kesehatan melakukan tes usap pada warga yang melanggar saat operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan Posko PPKM Mikro Kelurahan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/3/2021). Jumlah kasus corona RI bertambah 5.767 orang pada Sabtu (6/3).

Jumlah kasus positif Covid-19 pada Sabtu (6/3) bertambah 5.767 menjadi 1.373.836 orang. Jakarta masih menyumbang kasus terbanyak yakni 1.616 atau 28 persen dari total tambahan pasien hari ini.

Sedangkan Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 1.094 kasus baru. Jika ditotal, tambahan pasien di Jakarta dan Jabar mencapai 2.710 orang atau setara 46 persen jumlah kasus yang diumumkan hari ini.

Di bawah Jakarta dan Jabar, ada Jawa Tengah yang melaporkan kasus baru sebanyak 586 orang, Kalimantan Timur sebanyak 393 orang, dan Jawa Timur yakni 393 pasien baru.

Tambahan kasus hari ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 34.951 orang. Ini berarti angka rasio positif Covid-19 yang diperoleh pemerintah mencapai 16,5 persen.

Advertisement

Selain itu, pemerintah melaporkan adanya tambahan 6.823 pasien yang sembuh hari ini. Namun jumlah kasus kematian akibat Covid-19 juga meningkat 128 menjadi 37.154 orang.

DKI Jakarta menyumbang tambahan pasien meninggal terbanyak hari ini sebanyak 44 orang. Di bawahnya adalah Jawa Timur yang mencatatkan 20 kematian kasus positif corona.

Hingga hari ini, Kementerian Kesehatan masih mencatatkan adanya 66.525 suspect kasus corona. Sedangkan penyakit ini telah melanda 510 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Kemenkes juga melaporkan hingga Sabtu (6/3), sudah ada 2.413.615 orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19. Angka tersebut terdiri 1.692.016 tenaga kesehatan, 541.888 petugas publik, dan 184.677 lanjut usia.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan negara-negara agar tak mengendurkan usaha memerangi Covid-19 meski vaksinasi tengah dilakukan. Bahkan WHO menyatakan gelombang ketiga dan keempat bisa saja datang jika dunia lengah.

Direktur Eksekutif WHO Michael Ryan mengatakan kehadiran vaksin bisa menjadi momen banyak pemerintah kehilangan konsentrasi. Ia mencontohkan kasus Covid-19 di Brasil yang kembali melonjak usai melandai pada Februari lalu.

“Kita belum melalui ini (pandemi). Negara-negara akan masuk gelombang tiga dan empat jika tidak berhati-hati,” kata Ryan, Jumat (5/3) dikutip dari Reuters.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait