Alasan Anies akan Tes Antibodi sebelum Vaksinasi Covid-19

Anies ingin memastikan kondisi kekebalan tubuhnya usai terkena virus corona.
Ameidyo Daud Nasution
24 Maret 2021, 17:20
Anies baswedan, vaksin, covid-19, 3M, jakarta
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Anies membuka kans vaksinasi meski pernah terkena Covid-19 Desember 2020 lalu.

Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan rencana akan menjalani vaksinasi meski sebelumnya pernah terkena Covid-19. Ia akan menerima suntikan vaksin usai berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Sebelum vaksin Anies akan melakukan pemeriksaan kadar kekebalan tubuh atau antibodi virus corona. Anies awal Desember 2020 lalu mengumumkan terkena Covid-19 dan dinyatakan pulih pada 28 Desember 2020.

“Tanggal 28 saya tes, kalau antibodi saya tinggi saya akan konsultasi dokter. Kalau bisa vaksin, saya ikut vaksinasi,” kata Anies.

Bukan tanpa sebab, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut telah memiliki kekebalan yang mumpuni. Bahkan ia sempat menjadi donor program plasma konvalesen bagi pasien yang membutuhkan.“Dites, ternyata memiliki antobodi cukup tinggi,” katanya.

Advertisement

Anies mengumumkan dirinya terkena Covid-19 pada satu Desember 2020 lalu. Ia menjalankan tes usai Wakil Gubernur DKI Riza Patria positif tertular virus tersebut.

Namun saat itu ia menyampaikan bahwa kondisinya tidak bergejala sehingga tetap berkegiatan meski isolasi di rumah dinas. “Saya pilih mengumumkannya pada kesempatan pertama, sebagaimana kami selalu sampaikan apa adanya sejak Maret 2020 dan transparan,” katanya.

Sedangkan hingga 23 Maret lalu, sudah ada 5.978.251 orang yang menjalani vaksinasi Covid-19. Dari angka tersebut, 1.453.841 adalah tenaga kesehatan, 3.399.373 petugas publik, dan 1.125.037 lansia.

Adapun pemerintah saat ini sedang mencari pasokan vaksin demi memenuhi target 182 juta orang yang menjalani vaksinasi. Salah satunya adalah vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford.

Hingga kini, Indonesia baru memperoleh 1,1 juta vaksin AstraZeneca. "Target memperoleh 100 juta lebih vaksin," ujar Budi dilansir dari Antara pada Selasa (23/3).

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait