Luhut Akan Buka Lagi Bali untuk Turis Asing, Ini Syaratnya

Tiga kriteria utama adalah negara tersebut telah menangani penyebaran Covid-19, sudah memulai vaksinasi, dan memiliki penerbangan langsung ke Indonesia.
Image title
Oleh Rizky Alika
26 Maret 2021, 19:17
pariwisata, bali, covid-19, luhut pandjaitan
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.
Wisatawan menikmati suasana Pantai Pererenan, Badung, Bali, Senin (1/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada bulan Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 89,05 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2020, yaitu dari 1,29 juta kunjungan menjadi 141,26 ribu kunjungan.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah akan membahas rencana pembukaan Bali untuk wisatawan asing dalam waktu dekat. Namun negara yang boleh masuk ke Tanah Air harus membuat perjanjian travel corridor arrangement.

Skema tersebut bertujuan untuk memudahkan perjalanan untuk kegiatan bisnis, ketenagakerjaan, diplomatik, dinas, dan wisata. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan membahas rencana pada rapat yang digelar Sabtu (27/3) besok.

"Mesti bikin parameter di Indonesia atau di Bali. Nanti negara asing yang mau masuk, bikin persetujuan dengan kita. Tidak boleh satu pihak," kata dia saat konferensi pers virtual, Jumat (26/3).

Tiga kriteria utama bagi negara yang ingin membuka skema tersebut adalah telah menangani penyebaran Covid-19, sudah memulai vaksinasi, dan memiliki penerbangan langsung ke Indonesia.

Ketiga hal ini ditujukan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. "Pertimbanganya harus ada resiprokal (timbal balik antara Indonesia dan negara mitra),” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Sebelum pariwisata dibuka, pemerintah akan meningkatkan vaksin untuk penduduk Bali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan, vaksinasi bisa mencapai 2 juta penduduk pada bulan depan. 

Selanjutnya, vaksinasi pada Mei akan ditambah untuk 1 juta orang. Dengan demikian, sekitar 3 juta warga Bali akan menerima vaksin. "Bali akan jadi green zone," ujar Budi.

Sedangkan Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, sebesar 54 persen perekonomian Bali bergantung dari pariwisata. Oleh karena itu, penutupan wisatawan mancanegara sangat memukul perekonomian Pulau Dewata.

Pada triwulan I 2020, pertumbuhan ekonomi Bali negatif 1,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian, pertumbuhan ekonomi triwulan II minus 10,9 persen.

Sementara, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III dan IV masing-masing terkontraksi 12,2 persen dan 12,2 persen secara tahunan. "Karena itu harus dilakuan langkah cepat pemulihan ekonomi Bali, baik jangka pendek, menengah, dan panjang," ujar Koster.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait