Satgas Perketat Mudik karena Masih Ada Masyarakat Mau Pulang Kampung

Pemerintah memperketat syarat perjalanan pada 22 April sampai 24 Mei 2021
Rizky Alika
22 April 2021, 16:18
mudik, satgas, covid-19
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Sejumlah calon penumpang berjalan masuk ke dalam terminal keberangkatan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/4/2021). Satgas memperketat perjalanan transportasi demi mencegah masyarakat mudik.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperketat syarat perjalanan pada sebelum dan sesudah berlakunya larangan mudik. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pengetatan perjalanan ini dilakukan lantaran masih ada masyarakat yang tetap ingin pulang kampung sebelum dan sesudah 6-17 Mei 2021.

Pengetatan perjalanan itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 21 April 2021. Dengan demikian, pelaku perjalanan pada periode 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021 memerlukan surat tanda negatif Covid-19

"Masih ada sekelompok masyarakat hendak pergi mudik pada H-7 dan H+7 pada pemberlakuan mudik Idul Fitri," kata Wiku saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (22/4).

Temuan tersebut berdasarkan survei pascapenetapan peniadaan mudik saat Lebaran 2021 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan. Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan masih ada 11 persen responden tetap akan mudik meski dilarang.

Advertisement

Pemerintah memahami, mudik merupakan tradisi yang sangat melekat pada masyarakat. Namun, jika masyarakat nekat pulang ke kampung halaman pada masa pandemi akan sangat membahayakan kelompok lanjut usia. "Apalagi dalam tradisi ini, interaksi fisik seperti jabat tangan berpotensi menjadi titik awal penularan Covid-19," ujar Wiku.

Wiku mengatakan lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian dengan capaian 48,3 persen dari total kematian.  Oleh sebab itu Pemerintah meminta masyarakat untuk menahan keinginan mudik serta bersilaturahmi secara virtual.

Selain itu, pemerintah meminta seluruh operator telekomunikasi untuk menyediakan layanan komunikasi yang berkualitas dan terjangkau. "Sehingga masyarakat yang ingin silaturahmi virtual bisa melakukan dengan baik," kata Wiku.

Pada masa pengetatan perjalanan, berlaku tambahan protokol bagi pelaku perjalanan dalam negeri. Penumpang transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Real Time Polyemerase Chain Reaction (RT PCR)/rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat tersebut juga bisa digantikan surat keterangan hasil negatif tes GeNose di bandara sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Sebagai perbedaan, dalam Surat Edaran Satgas Nomor 12 Tahun 2021, hasil negatif RT PCR yang berlaku maksimal 3x24 jam sebelum perjalanan. Adapun rapid test antigen berlaku 2x24 jam sebelum perjalanan.

Syarat yang sama juga berlaku pada transportasi laut dan kereta api antarkota.  Untuk pelaku perjalanan transportasi umum darat, pengetesan secara acak akan dilakukan dengan rapid test antigen/tes GeNose apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di daerah. 

Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose negatif namun menunjukkan gejala, pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan. Ia diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait