Cegah Insiden Kapal, Jokowi Ajak PM Vietnam Kebut Negosiasi ZEE

Pertemuan Jokowi dan Perdana Menteri Vietnam juga membahas kesehatan, Myanmar hingga perekonomian Indonesia dan Vietnam.
Image title
23 April 2021, 20:12
jokowi, vietnam, ZEE, laut cina selatan, asean
ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto/Handout/wsj.
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh (kiri) melambaikan tangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/4/2021). Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan PM Pham Minh Chinh untuk membahas kerja sama antara kedua negara.

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chính di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (23/4). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta Vietnam mempercepat perundingan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) guna mencegah insiden kapal yang melewati batas garis negara.

Jokowi pun menyarankan agar tim teknis kedua negara segera berunding kembali dan menyelesaikan negoisasi. Mantan Wali Kota Solo itu menilai penyelesaian perundingan sangat penting karena memberikan kejelasan mengenai wilayah ZEE masing-masing.

"Perundingan tersebut telah berlangsung 11 tahun dan Presiden menekankan pentingnya untuk mempercepat penyelesaian perundingan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan bilateral Indonesia dan Vietnam di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (23/4).

Selain itu, penetapan ZEE bisa mencegah adanya insiden kapal nelayan melintas serta menekankan pentingnya klaim ZEE antarnegara. "ZEE harus diselesaikan berdasarkan hukum internasional yaitu United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982," ujar Retno.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Jokowi pun menekankan pentingnya penguatan kerja sama kesehatan di tengah ketidakpastian akhir pandemi Covid-19. Kepala Negara mendorong kedua negara untuk menyerukan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara serta untuk jangka panjang. 

Kemudian, Jokowi menekankan pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi. Untuk itu, ia mengajak Vietnam untuk menurunkan hambatan, baik di bidang perdagangan dan investasi.

Terakhir, Jokowi bertukar pikiran dengan Pham Minh Chinh terkait perkembangan situasi di Myanmar. "Dan menyampaikan keprihatinan atas berlangsungnya kekerasan dan jatuhnya korban jiwa," ujar Retno.

Jokowi pun menyatakan Indonesia berada pada posisi memprioritasskan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar. Di sisi lain, PM Vietnam pun menyampaikan kekerasan harus segera digentikan di Myanmar.

Dalam kesempatan ini, kedua pemimpin juga berharap ASEAN Leaders Meeting (ALM) yang digelar secara tatap muka pada Sabtu (24/4) bisa menghasilkan kesepakatan terbaik untuk Myanmar. "ALM ini semata dilakukan atau diselenggarakan untuk kepentingan rakyat Myanmar," katanya.

Jokowi pada Sabtu (23/4) juga akan menghadiri pertemuan para pemimpin ASEAN untuk membahas konflik yang terjadi di Myanmar. Pertemuan ini adalah tindak lanjut pembicaraan Jokowi dengan Ketua ASEAN yakni Sultan Hassanal Bolkiah.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait