Covid-19 Makin Ganas, India Catat Rekor Lonjakan 418 Ribu Kasus Baru

Ameidyo Daud Nasution
7 Mei 2021, 16:28
covid-19, corona, india, 3m
ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/hp/cf
Adnan Abidi Seorang perempuan menangis saat proses kremasi suaminya, yang meninggal dunia akibat penyakit virus korona (COVID-19), di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (5/5/2021).

Situasi Covid-19 di India semakin menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Pada Jumat (7/5), mereka melaporkan rekor lonjakan kasus corona sebanyak 418.188 pasien.

Ini berarti sepanjang pekan ini, kasus corona di Negeri Bollywood telah meningkat sebanyak 1,57 juta orang. Kasus Covid-19 melonjak seiring festival keagamaan dan kampanye politik menarik puluhan ribu orang dan menjadi 'super spreader'  virus.

Gelombang kedua Covid-19 di India juga semakin mematikan. Angka kematian melonjak 3.915 sehingga total 234.083 orang meninggal dunia usai terkena penyakit ini.

 

Perdana Menteri Narendra Modi juga telah banyak dikritik lantaran tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua ini. Tak hanya itu, Modi juga diminta untuk memacu vaksinasi demi meningkatkan kekebalan warga.

Hal tersebut lantaran angka pemberian vaksin terus menurun. Padahal India merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan telah mengamankan paling tidak 157 juta dosis vaksin corona.

“Setelah rata-rata empat juta per hari, saat ini vaksinasi di India turun ke 2,5 juta per hari karena terbatasnya pasokan,” kata Profesor Ekonomi dari University of British Columbia Prof. Amartya Lahiri seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (7/5).

Beberapa negara bagian di India telah memberlakukan pembatasan sosial demi membendung penularan corona. Namun pemerintah federal masih menolak memberlakukan lockdown secara nasional.

“Kami akan mengalahkan Covid-19, tapi saat itu ribuan akan kehilangan nyawa,” kata kolumnis Vir Sanghi.

Krisis juga terlihat di beberapa wilayah. Di Chennai, Tamil Nadu hanya satu dari 100 tempat tidur rumah sakit yang mendapatkan pasokan oksigen. Adapun di Bengaluru, Karnataka, hanya tersedia 23 dari 590 tempat tidur ICU yang kosong.

Adapun hingga akhir pekan lalu di New Delhi, otoritas setempat meminta warga tak memenuhi lokasi vaksinasi lantaran belum ada pasokan. Delhi merupakan salah satu wilayah yang dihantam gelombang dua corona paling parah.

“Vaksin belum dikirim dan kami terus menghubungi perusahaan pembuatnya. Kami berharap akan tiba besok (2/5) atau lusa (3/5),” kata Menteri Utama New Delhi Arvind Kejriwal dikutip dari Indian Express, Minggu (2/5).

Sedangkan ahli wabah khawatir ledakan kasus corona juga terjadi di Indonesia. Apalagi  Survei Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 18 juta orang akan mudik keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono, menyebut lonjakan kasus Covid-19 dari mudik berpotensi menimbulkan kasus India kecil di beberapa wilayah.

 "Saya takutkan India kecil terjadi di Indonesia. Mungkin akan terjadi peningkatan kasus dan kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan di provinsi tertentu," kata Yunis dikutip dari Antara, Kamis (6/5).

Sedangkan Presiden Joko Widodo meminta sosialisasi larangan mudik harus terus dilakukan sehingga jumlah pemudik bisa ditekan. Selain itu, pemerintah daerah diminta menekankan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait