Kapal Tiongkok Angkat Beberapa Potongan Badan KRI Nanggala-402

Ameidyo Daud Nasution
18 Mei 2021, 14:52
kri nanggala, kapal selam, tiongkok, tni
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
FOTO ARSIP - Kapal Selam KRI Nanggala-402 melakukan "Sailing Pass" di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/9/2014). Kapal Tiongkok pada Selasa (18/5) menemukan beberapa potongan badan KRI Nanggala-402.

Pencarian puing KRI Nanggala-402 terus mengalami kemajuan. Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menyampaikan kapal Tiongkok yakni Tan Suo 2 telah menemukan dan mengevakuasi beberapa potong badan kapal selam tersebut.

Dikutip dari Antara, beberapa yang ditemukan adalah antena Electronic Support Measure (ESM), pelat badan luar, pelindung kabel torpedo, hidrofon Passive Ranging Sonar (PRS), litecraft, technical handbook, serta beberapa komponen lain.

Barang-barang tersebut akan dibawa KRI Teluk Banten dan disimpan sebagai bukti pengangkatan badan kapal selam yang dilakukan negara sahabat.

 

Sebelumnya kapal selam tersebut ditemukan di kedalaman 838 meter di perairan utara Bali, dan 53 awaknya dinyatakan gugur. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa penemuan KRI Nanggala-402 berdasarkan penemuan bukti-bukti otentik setelah dilakukan pemindaian secara akurat KRI Rigel.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) untuk mengupayakan evakuasi. “Untuk mengevakuasi KRI-Nanggala-402 diperlukan kerja sama Internasional, ujar Hadi pada 25 Maret lalu.

Dari 53 prajurit TNI yang gugur itu, di antaranya 49 anak buah kapal (ABK), satu komandan satuan, dan tiga personel senjata. Personel yang gugur termasuk Komandan KRI Nanggala Letkol Laut Heri Oktavian.

Adapun Angkatan Laut Tiongkok atau People Liberation Army Navy (PLA Navy) sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk membantu evakuasi KRI Nanggala-402. Selain Tan Suo 2, kapal lain yang dikerahkan untuk pencarian adalah kapal Yongxingdao-863 dan Ocean Tug Nantuo-185.

 “Diperkirakan tiba di perairan Bali pada 30 April atau awal Mei,” kata Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran pers, Sabtu (1/5).

Sedangkan Presiden Joko Widodo menaikkan pangkat serta memberi anugerah Bintang Jalasena kepada 53 awak Hiu Kencana yang gugur. Pemerintah juga akan menjamin pendidikan putra dan putri para prajurit KRI Nanggala hingga jenjang pendidikan sarjana.

Mantan Wali Kota Solo itu pun menyatakan, seluruh prajurit tersebut merupakan putra terbaik bangsa serta patriot penjaga kedaulatan negara. "Pengabdian Saudara-Saudara akan terpatri di sanubari seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden pada 26 April.

Advertisement

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait