Instruksi Jokowi ke Kepala Daerah: Kejar Ekonomi Tumbuh 7% Kuartal II

Rizky Alika
18 Mei 2021, 19:49
jokowi, pertumbuhan ekonomi, daerah, makro
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato secara virtual dalam acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Ancol, Jakarta, Selasa (9/2/2021). Jokowi saat pengarahan kepala daerah, Selasa (18/5) meminta kepala daerah bersama-sama mengejar pertumbuhan ekonomi 7 persen kuartal II 2021.

Pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi nasional masuk pada zona positif usai tumbuh mius 0,74% kuartal I lalu. Presiden Joko Widodo pun telah melihat indikasi ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 mampu tumbuh 7%.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi nasional akan bergantung dari kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Oleh karenanya, ia meminta seluruh provinsi mendorong pertumbuhan ekonomi regional agar memasuki zona positif.

"Target kurang lebih harus di atas 7%. Bayangkan, dari minus 0,74% (kuartal I) saya minta di atas 7%. Indikasi ke arah sana ada," kata Jokowi saat memberikan Pengarahan Presiden Jokowi Kepada Kepala Daerah Se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/5).

 

Jokowi lalu menyampaikan alasannya tetap optimis dalam mengejar target tersebut. Ia menerima laporan, peredaran uang kartal pada Idul Fitri 2021 sebesar Rp 154,5 triliun, naik 41,5% dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Hal ini meningkatkan optimisme pemerintah terhadap capaian positif pertumbuhan ekonomi. "Jadi seluruh gubernur, bupati, dan wali kota memiliki tanggung jawab yang sama dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia.

Pada kuartal I 2021, hanya ada 10 provinsi yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif. Kesepuluh provinsi tersebut adalah Riau yang tumbuh 0,41%, Papua 14,2%, Sulawesi Tengah 6,2%, Yogyakarta 6,1%, dan Sulawesi Utara 1,8%. Kemudian, Sulawesi Tenggara tumbuh 0,06%, Nusa Tenggara Timur 0,12%, Papua Barat 1,47%, Bangka Belitung 0,97%, dan Maluku Utara 13,45%.

Namun, Kepala Negara itu kembali mengingatkan potensi peningkatan Covid-19. Bagaimanapun, urusan kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan. "Hati-hati, urusan Covid-19 harus ditekan. Jangan lihat satu sisi," katanya.

Tak hanya Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga yakin ekonomi Indonesia di kuartal II bakal tumbuh positif usai minus 0,74% triwulan pertama. 

Ia menyebut beberapa indikator yang mendorong perekonomian ke arah positif seperti realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai 54,6% hingga indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus membaik.

IKK per Maret 2021 untuk kelompok masyarakat pengeluaran di bawah Rp 5 juta mencapai 90,1 atau semakin mendekati zona normal 100. Tak hanya itu, Airlangga menyampaikan bahwa kenaikan harga komoditas seperti sawit, karet, nikel, tembaga, dan batubara turut mendorong pemulihan ekonomi.

Hal tersebut mengakibatkan perekonomian beberapa daerah menunjukkan gejala perbaikan sepanjang kuartal I 2021. Ia menyebut kondisi perekonomian di Pulau Sumatera tercatat telah mendekati arah positif, yakni -0,86% dan Pulau Jawa berada pada angka -0,83%.

Sementara itu, sebagian pulau di tengah dan timur Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, yaitu Sulawesi sebesar 1,2% dan Papua 8,9%.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait