Studi Inggris: Pfizer & AstraZeneca Ampuh Lawan Varian Covid-19 India

Studi otoritas Inggris menunjukkan suntikan vaksin Pfizer 88% efektif melawan varian Covid-19 B.1.617.2. Sedangkan AstraZeneca 60% ampuh untuk varian tersebut.
Ameidyo Daud Nasution
23 Mei 2021, 09:12
covid-19, vaksin, india, inggris
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Dado Ruvic/Illustration Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021). Studi Otorita Inggris menunjukkan vaksin Pfizer dan Astrazeneca ampuh melawan varian Covid-19 India.

Suntikan vaksin Pfizer dan AstraZeneca efektif dalam melindungi sesorang dari varian Covid-19 India. Hal tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan otoritas kesehatan Inggris yakni Public Health England (PHE).

Analisis yang dilakukan pada 5 April dan 16 Mei menunjukkan, suntikan Pfizer 88% efektif melawan varian India dua pekan setelah dosis kedua diberikan. Perbandingannya, vaksin merek tersebut 93% efektif melawan varian lokal, Kent.

Sedangkan AstraZeneca 60% efektif melawan mutasi Covid-19, sedangkan vaksin tersebut 66% efektif  terhadap varian Kent. PHE juga berharap vaksinasi mampu mengurangi angka mereka yang dirawat dan meninggal karena Covid-19.

“Studi ini memberikan kepastian da dosis masing-masing vaksin menawarkan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit varian B.1.617.2 (India),” kata Kepala Imunisasi PHE Mary Ramsay, Dikutip dari The Guardian, Minggu (23/5).

Advertisement

 

Studi dilakukan kepada 1.054 orang dari semua kelompok umur dari 5 April, waktu ketika varian India muncul. Mutasi disusun melalui pengurutan genome peserta penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan kedua vaksin 33 persen efektif melawan penyakit simptomatik yang disebabkan varian India.

“Sekarang jelas pentingnya dosis kedua untuk memberi perlindungan dari Covid-19 dan variannya,” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock. Sebelumya vaksin Pfizer memang hanya memerlukan satu kali dosis suntikan untuk memicu antibodi.

AstraZeneca merupakan satu dari tiga merek vaksin yang digunakan dalam vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Meski demikian, vaksin ini masih diliputi masalah usai Kementerian Kesehatan menghentikan vaksinasi kumpulan produksi) CTMAV547 yang berjumlah 448.480 dosis untuk proses pengujian toksisitas dan sterilitas.

Adapun, pengadaan 5 juta dosis vaksin Pfizer baru masuk dalam perencanaan Kemenkes penggunaan. Jika terealisasi, vaksin bikinan Amerika Serikat itu baru akan tiba di Tanah Air pada Juli 2021 mendatang.

Juru Bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia mengatakan, vaksin Pfizer bersama Novavax direncanakan masuk dalam sasaran vaksinasi tahap ketiga untuk lansia, pelayan publik, dan masyarakat umum yang rentan.

“Novavax sekitar 4 juta dosis dan Pfizer mungkin 5 juta dosis di Juli 2021. Tapi untuk jenis Pfizer ini masih perkiraan," kata Siti Nadia, Rabu (19/5) dikutip dari Antara.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait