Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, PPKM Mikro Berlaku di Seluruh Provinsi

Keputusan itu diterapkan setelah ada kenaikan kasus aktif Covid-19 di Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.
Image title
24 Mei 2021, 16:59
covid, ppkm mikro, virus corona, airlangga hartarto
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
Petugas menghentikan pengendara yang tidak mengenakan masker saat sidak protokol kesehatan di kawasan Ubung, Denpasar, Bali, Rabu (19/5/2021). Pemerintah memperluas PPKM Mikro hingga seluruh Provinsi.

Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di 30 provinsi untuk menekan penularan Covid-19. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memperluas penerapan PPKM mikro di 4 provinsi sehingga kebijakan itu berlaku di seluruh Indonesia.

Keputusan itu diterapkan setelah ada kenaikan kasus aktif Covid-19 di Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu, peningkatan kasus aktif corona juga terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Untuk PPKM mikro pada 1-14 Juni mendatang, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara diikutsertakan, ditambah Sulawasi Barat," kata Airlangga saat konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (24/5).

 

Advertisement

Airlangga mengatakan, kasus positif corona mengalami peningkatan usai libur lebaran. Rata-rata tambahan kasus Covid-19 berkisar 5 ribu kasus per hari, naik dari sebelumnya kisaran 3.800-4.000 kasus per hari.

Pemerintah juga akan memerhatikan kenaikan kasus dalam beberapa minggu ke depan. "Contoh saat libur Natal dan tahun baru, kasus tertinggi naik pada 5 Februari jadi kami monitor 4-5 minggu ke depan," katanya.

Di sisi lain, pemerintah akan terus memonitor pembentukan klaster di beberapa tempat. Beberapa yang muncul usai Lebaran ialah klaster tarawih di Pati, Banyumas, Banyuwangi, Malang; klaster pemudik di Klaten, Cianjur, Garut; klaster halal bihalal di Cilangkap, dan pelaku perjalanan perumahan di bogor.

Selain itu, pemerintah juga akan memerhatikan klaster kapal di Cilacap. Sebagaimana diketahui, 14 anak buah kapal tertular varian corona B1617. "Sebagian telah sembuh," ujar dia.

Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus Covid-19 bertambah  menjadi 1.769.940 orang pada Minggu (23/5). Jawa Barat dan DKI Jakarta masih menyumbang lonjakan kasus terbanyak hari ini yakni total 1.837 atau 34% dari lonjakan kasus. Tambahan kasus didapatkan dari pemeriksaan terhadap 53.679 orang. Ini berarti rasio positif corona yang didapatkan pemerintah hari ini mencapai 9,84%.

Angka pasien sembuh dilaporkan bertambah 3.550 orang, namun angka kematian pasien corona juga meningkat 123 menjadi 49.328 orang. Kemenkes juga mencatat hingga hari ini masih ada 82.305 suspect Covi-19. Adapun penyakit ini telah menyebar di 510 kabupaten dan kotamadya di 34 provinsi.

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait