Tak Mau Andalkan Impor, Erick Thohir Berharap pada Vaksin Merah Putih

Indonesia masih mengandalkan vaksin bikinan luar negeri untuk memutus penularan Covid-19. Menteri Erick Thohir mengajak berbagai pihak untuk memproduksi vaksin virus corona sendiri.
Ameidyo Daud Nasution
31 Mei 2021, 15:47
vaksin, erick thohir, 3m, covid-19
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (kanan) saat meninjau fasilitas Sentra Vaksinasi Gotong Royong di Spark Mall, Senayan, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Erick berharap pasokan vaksin lokal agar RI tak terganting vaksin Covid-19 impor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (Erick Thohir) membuka diri untuk bekerja sama demi mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 bikinan Indonesia. Salah satu yang sedang dikembangkan saat ini adalah vaksin Merah Putih.

Saat ini berbagai institusi pendidikan dan penelitian sedang mengembangkan vaksin tersebut. Erick mengatakan hasilnya akan mulai terlihat pada akhir tahun ini atau awal 2022.

“Kami membuka diri dengan pihak lain karena ingin memproduksi vaksin sendiri, bukan hanya impor,” kata Erick saat menerima kedatangan delapan juta vaksin Sinovac di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (31/5).

Saat ini pemerintah masih mengandalkan jutaan vaksin impor untuk menekan penularan virus corona. Salah satunya merek Sinovac yang bertambah delapan juta dosis usai tiba di Tanah Air hari ini.

Advertisement

Dengan kedatangan vaksin gelombang keempat belas ini, maka Indonesia telah mengantongi 75,9 juta dosis serum kekebalan Covid-19. Meski demikian, Erick mengatakan angka vaksinasi di Indonesia masih di bawah negara besar semodel Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Harus ditingkatkan, karena dengan vaksinasi bisa membantu mencegah penularan dan kematian,” katanya.

Erick meyakini, jika penularan Covid-19 dikurangi, kegiatan ekonomi akan kembali pulih. Ia lalu mengingatkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan virus corona.

“Kami berharap dukungan masyarakat untuk protokol kesehatan 3M, seperti mencuci tangan,” kata Erick.

Sedangkan Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan bahwa vaksin Merah Putih siap digunakan pada awal tahun 2022 setelah memperoleh hasil yang baik saat uji praklinik tahap I.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Peneliti Vaksin Profesor Fedik Abdul Rantam. “Hasil ini dilihat dari perkembangan dengan titer antibodi yang trennya baik sekali, PA juga baik, dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya, Minggu (30/5).

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait