Stok Vaksin Bertambah, Menkes Targetkan Suntik 650 Ribu Orang Per Hari

Menkes meminta kepala daerah prioritaskan vaksin Covid-19 untuk mereka yang berusia lanjut
Ameidyo Daud Nasution
31 Mei 2021, 18:51
vaksin, covid-19, gerakan 3m, virus corona
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/aww.
Petugas Dinas Kesehatan menyiapkan suntikan vaksin Sinovac di Sekolah Dasar Negeri 5 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (27/5/2021). Kemenkes menyatakan vaksinasi bisa tembus 500 ribu per hari.

Pasokan vaksin Covid-19 yang terus bertambah membuat pemerintah menargetkan kenaikan angka vaksinasi harian. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini Kementerian Kesehatan bisa menggelar 500 ribu vaksinasi sehari.

Hal ini lantaran stok vaksin corona pemerintah mencapai 20 juta dosis. Sebelumnya vaksinasi di Indonesia sempat tersendat usai India menahan pasokan vaksin merek AstraZeneca.

“Bulan ini ada stok 20 juta, dibagi 30 mampu 500 sampai 650 ribu per hari,” kata Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (31/5).

 

Advertisement

Oleh sebab itu ia meminta kepala daerah memacu pemberian vaksin terutama kepada lansia. Hal ini agar mereka yang berusia lanjut tidak memenuhi rumah sakit karena tertular Covid-19.

“Yang (biasanya) masuk dan wafat itu lansia. Kalau bisa prioritaskan mereka,” kata Budi.

Sedangkan masyarakat juga perlu membantu dengan cara menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Hal ini juga demi membantu mengurangi beban tenaga kesehatan di rumah sakit.

“Sekali lagi, kasus naik, pakai masker dan jaga jarak,” kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (Erick Thohir) membuka diri untuk bekerja sama demi mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 bikinan Indonesia. Salah satu yang sedang dikembangkan saat ini adalah vaksin Merah Putih.

 Saat ini berbagai institusi pendidikan dan penelitian sedang mengembangkan vaksin tersebut. Erick mengatakan hasilnya akan mulai terlihat pada akhir tahun ini atau awal 2022.

“Kami membuka diri dengan pihak lain karena ingin memproduksi vaksin sendiri, bukan hanya impor,” kata Erick saat menerima kedatangan delapan juta vaksin Sinovac di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (31/5).

Saat ini pemerintah masih mengandalkan jutaan vaksin impor untuk menekan penularan virus corona. Salah satunya merek Sinovac yang bertambah delapan juta dosis usai tiba di Tanah Air hari ini.

Dengan kedatangan vaksin gelombang keempat belas ini, maka Indonesia telah mengantongi 75,9 juta dosis serum kekebalan Covid-19. Meski demikian, Erick mengatakan angka vaksinasi di Indonesia masih di bawah negara besar semodel Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Harus ditingkatkan, karena dengan vaksinasi bisa membantu mencegah penularan dan kematian,” kata Erick.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait