Malaysia Beri Lampu Hijau Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bikinan Thailand

Ameidyo Daud Nasution
5 Juni 2021, 09:40
vaksin, covid, malaysia, astrazeneca, thailand
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Malaysia pada Jumat (4/6) telah memberikan persetujuan vaksin AstraZeneca bikinan Thailand.

Otoritas kesehatan Malaysia telah memberikan persetujuan untuk menggunakan vaksin Covid-19 merek AstraZeneca yang diproduksi Siam Bioscience di Thailand. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat jalannya vaksinasi di negara tersebut.

Pengiriman dosis pertama dari Thailand sebanyak 610 ribu dijadwalkan tiba bulan ini. Sedangkan 410 dosis AstraZeneca akan tiba bulan depan, diikuti 1,2 juta pada Agustus mendatang.

“Malaysia telah mendapatkan vaksin AstraZeneca melalui dua sumber yakni produsen serta fasilitas COVAX,” kata Direktur Jenderal di Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah, Jumat (4/6) dikutip dari Bernama.

 

Malaysia telah membeli 12,8 juta vaksin AstraZeneca dari produsen serta COVAX. Jiran RI tersebut juga akan memastikan kualitas vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi Covid-19.

Dikutip dari Bangkok Post, Siam Bioscience adalah satu-satunya produsen vaksin AstraZeneca di Asia Tenggara. Mei lalu, perusahaan vaksin Inggris-Swedia itu telah menyatakan vaksin yang diproduksi Thailand telah lulus pemeriksaan kualitas di laboratorium Eropa.

Adapun Siam Bioscience adalah perusahaan yang mayoritas dimiliki Raja Thailand yakni Maha Vajialongkorn. Korporasi tersebut telah mendapatkan hak eksklusif untuk memproduksi vaksin AstraZeneca pada November 2020 lalu.

Sedangkan Indonesia telah mengamankan pasokan 6,4 juta vaksin AstraZeneca. Namun pada prosesnya, vaksinasi tak sepenuhnya berjalan lancar.

Kementerian Kesehatan sempat menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Covid-19 tersebut hanya dilakukan pada batch atau kumpulan produksi) CTMAV547 yang berjumlah 448.480 dosis untuk proses pengujian toksisitas dan sterilitas.

"Penghentian sementara ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait