Jokowi Puji Bandara Purbalingga yang Telah Buka Meski Terminal Darurat

Image title
11 Juni 2021, 11:53
jokowi, bandara soedirman, purbalingga, infrastruktur
Katadata
Presiden Joko Widodo saat meninjau Bandara Soedirman Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (11/6). Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo meninjau Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengapresiasi bandara tersebut lantaran sudah beroperasi meski memakai terminal darurat.

Saat ini, Bandara Soedirman telah melayani penerbangan maskapai Citilink ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Juanda Surabaya. Pesawat tersebut kembali pada hari yang sama.

Jokowi mengatakan bandara lain yang dalam proses pengembangan perlu meniru Bandara Soedirman. Hal itu dianggap lebih baik ketimbang menunggu pengoperasian bandara hingga proses pembangunan terminal selesai.

"Ini bagus. Saya senang meskipun terminalnya masih terminal darurat, belum selesai tapi airportnya sudah dipakai, ini lebih produktif," kata Jokowi di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jumat (11/6).

 

Jokowi berharap, bandara tersebut bisa menumbuhkan perekonomian di Purbalingga dan wilayah sekitarnya, seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen. Perekonomian akan meningkat bila terdapat mobilitas orang, barang, hingga logistik di Bandara Soedirman.

"Sehingga akhirnya memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan," kata dia.

Bandara Soedirman memiliki panjang lintasan pacu atau runaway sepanjang 1.600 meter dan dapat ditambah hingga mencapai 2.250 meter. Luas terminal tahap I mencapai 1.300 meter persegi dengan kapasitas hampir mendekati 12.000 pergerakan penumpang.

Proyek Bandara Jenderal Besar Soedirman dikerjakan oleh PT Hutama Karya serta kerja sama dengan PT Nur Straits Engineering. Selanjutnya, bandara yang mulai beroperasi 3 Juni lalu dikelola oleh PT Angkasa Pura 2.

Hutama Karya mengerjakan tiga proyek pengembangan bandara ini. Pertama, mereka membangun apron yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang komersial.

Selepas membangun apron, proyek dilanjutkan dengan menggarap taxiway dan runaway yang merupakan jalan penghubung antara landasan pacu dengan pelataran pesawat terakhir. Pengerjaaan ini dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pertama bisa digunakan dengan pesawat type ATR 72 dan kedua bisa digunakan pesawat sekelas Boeing 737 Max.

Advertisement

Selanjutnya, pengembangan bandara akan dilanjutkan pada triwulan I 2022 dan ditargetkan selesai pada triwulan I 2023.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait