Gara-gara Pandemi, Megawati Tertunda Menerima Banyak Gelar Akademis

Megawati telah mendapatkan 9 gelar doktor honoris causa dari dalam dan luar negeri.
Image title
11 Juni 2021, 18:19
megawati, covid-19, pendidikan, profesor
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berdiri di depan patung Bung Karno usai diresmikan di halaman Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Kamis (20/5/2021). Mega dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor mengklaim akan menerima banyak gelar akademik.

Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan). Selain gelar tersebut ada sejumlah gelar doktor kehormatan (honoris causa) yang bakal diberikan kepada Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut. Sayangnya, masih tertunda  karena pandemi Covid-19.

Dalam orasi ilmiahnya, Mega menyampaikan telah menerima sederet gelar akademis. Secara total, ia telah mendapatkan 9 gelar doktor honoris causa dari dalam dan luar negeri. 

"Sebenarnya karena Covid-19, masih ada beberapa lagi yang menunggu untuk memberikan gelar doktor honoris causa kepada saya dari dalam dan luar negeri," kata Mega dalam orasi ilmiahnya di Aula Merah Putih Universitas Pertahanan, Sentul, Jumat (11/6).

Mega pertama kali menerima gelar doktor honoris causa di bidang hukum dari Waseda University pada September 2001. Kemudian, dia mendapat gelar doktor honoris causa dalam bidang politik dari Moscow State Institute of International Relations pada April 2003.

Advertisement

Selanjutnya, Korea Maritime and Ocean University, Busan menganugerahi Mega gelar dokor honoris causa dalam bidang politik pada Oktober 2015. Berikutnya, Universitas Padjajaran, Bandung memberi gelar serupa dalam bidang politik dan pemerintahan pada Oktober 2016.

Gelar kehormatan lain yang diterima Mega ialah doktor honoris causa dalam bidang pendidikan dan politik dari Universitas Negeri Padang pada September 2017. Mokpo National University, Korea Selatan juga memberikan gelar doktor honoris causa dalam bidang demokrasi dan ekonomi pada November 2017.

Selanjutnya, Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor memberikan Mega gelar doktor honoris causa dalam bidang politik dan pemerintahan pada Maret 2018. Kemudian, Fujian Normal University, Tiongkok memberi gelar doktor honoris causa dalam bidang diplomasi ekonomi. Sedangkan Soka University, Jepang memberi gelar doktor honoris causa dalam bidang kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, putri Presiden Soekarno itu juga menerima gelar Profesor Kehormatan, Guru Besar tidak Tetap, dari Universitas Pertahanan. Ia pun mendapatkan gelar profesor doktor honoris causa pada namanya.

Mega mengatakan, Soekarno memulai perjuangan dengan membaca dan menjadikan buku sebagai jendela perkembangan peradaban dunia. Budaya literasi menjadi tempat untuk melakukan dialektika di dalam pikir tentang pentingnya kemerdekaan Indonesia.

Mega pun menilai, tradisi pemimpin pembelajar tersebut harus menjadi bagian dari kultur bangsa. Atas dasar itu pula, dirinya menerima rekomendasi gelar profesor kehormatan dari Unhan.

Rekomendasi ini kemudian disetujui oleh Senat Akademik dan Dewan Guru Besar Unhan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 “Hal ini sekaligus merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada saya,” kata Megawati.

Pemberian gelar kepada Mega ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim dalam Surat Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021. 

Ketua Senat Akademik Unhan Laksamana Madya Amarullah Octavian sempat menyampaikan alasan pemberia  gelar.  Mega dianggap mampu membawa negara dan bangsa pada masa sulit, yaitu pasca reformasi 1998.

"Dengan karakter kuat, beliau mampu selesaikan krisis multi dimensi yang terbukti kebenarannya," ujar Amarullah dalam sambutannya.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait