Korea Selatan Bidik Pembangunan Proyek MRT Fase 4 dan LRT Bali

Image title
15 Juni 2021, 10:35
mrt, lrt, korea selatan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Foto udara depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Korea Selatan tertarik menggarap pembangunan MRT Fatmawati - Taman Mini.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan investor Korea Selatan tertarik ikut pembangunan infrastruktur Lintas Raya Terpadu (LRT) di Bali dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta rute Fatmawati – Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Hal tersebut disampaikan saat Budi mengadakan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Tae Sung Park. Pertemuan tersebutsecara khusus membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi kereta.

“Kami menyambut baik keinginan pihak Korsel untuk terlibat dalam pembangunan kereta api di Bali dan Jakarta,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (14/6).

Budi mengatakan Korsel telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menyusun kajian prastudi kelayakan (Pre Feasibility Study) rencana pembangunan LRT rute Bandara Ngurah Rai – Seminyak sepanjang 9,46 kilometer.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, rencana pembangunan LRT dibagi menjadi dua yaitu, Fase 1-A rute Bandara – Stasiun Central Park sepanjang 5,3 KM dan Fase 1-B rute Stasiun Central Park-Seminyak sepanjang 4,1 km.

Sedangkan Pemprov Bali bersama Korea National Railway masih mengkaji rencana pembangunan LRT untuk fase kedua dengan rute Seminyak-Mengwitani. “Namun sesuai saran dari Bappenas, kami masih harus menunggu penyusunan Rencana Mobilitas Perkotaan di akhir tahun 2021,” kata dia.

Dubes Tae Su Park juga menyampaikan minat Negeri Ginseng membangun MRT Jakarta Fase 4 rute Fatmawati – TMII. Sesuai hasil kajian prastudi kelayakan  yang dilakukan PT MRT Jakarta pada 2020, diperlukan penambahan rute layanan untuk meningkatkan pelayanan salah satu angkutan massal perkotaan tersebut.

Selain itu, Budi dan Tae Su Park juga membahas rencana proyek lainnya seperti Bandar Udara Hang Nadim di Batam, penggunaan mobil listrik, pengembangan jalur Kereta Api angkutan batubara di Sumbagsel (Lahat - Tarahan), serta jalur Kereta Api di Kalimantan Tengah (Purukcahu - Bangkuang).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sejumlah perusahaan Korsel seperti LG Energy, Hyundai, dan SK siap berinvestasi di Indonesia. Mereka akan masuk pada sektor farmasi dan energi terbarukan.

"Saya senang perusahaan Korsel akan berinvestasi untuk bidang yang ramah lingkungan untuk membantu mencapai target penurunan emisi karbon," kata Luhut pada 28 Mei lalu dikutip dari Antara.

 

Advertisement

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait