Dibayangi Covid-19 & Taper Tantrum, IHSG Diramal Lanjutkan Pelemahan

Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga akan mewarnai pergerakan IHSG hari ini
Image title
18 Juni 2021, 07:39
ihsg, covid, bursa, saham, amerika
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021). IHSG hari ini berpotensi lanjutkan pelemahan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% menjadi di level 6.068 pada perdagangan Kamis (17/6). Pada akhir pekan, Jumat (18/6), IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahannya.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG hari ini melemah dengan area support di level 6.040 dan 6.013. Sementara area resistance berada di level 6.109 dan 6.088.

 

Menurut Dennies, pergerakan indeks akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri. Pasalnya, kasus corona di Jakarta masih terus melonjak usai liburan Lebaran.

Advertisement

"Selain itu, pergerakan diperkirakan terbatas ditopang oleh pernyataan Bank Indonesia yang meyakini tapering off dari Amerika Serikat baru akan terjadi pada awal 2022," kata Dennies.

 

 

Tapering off merupakan pengetatan kebijakan oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Hal tersebut dapat mendorong aliran modal asing keluar dari Indonesia.

Sinyal pengetatan kebijakan The Fed, lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Hal itu membuat dalam beberapa pekan terakhir mendorong aliran modal asing keluar dari pasar-pasar negara berkembang Asia.

Meski berisiko terjadi koreksi pada IHSG, Dennies menilai ada beberapa saham yang bisa dipantau oleh pelaku pasar saham hari ini, di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, indeks Tanah Air diprediksi berada pada rentang pergerakan di level 5.024 dan 6.123.

Menurut William, gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG terlihat masih belum akan berakhir. Namun peluang kenaikan masih terbuka selama support level dapat dipertahankan di tengah tekanan yang sedang berlangsung.

"Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga turut mewarnai pergerakan IHSG hari ini," kata William.

William mengatakan, ada beberapa saham yang bisa mendapat perhatian khusus para investor pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait