Ragam Cara Ridwan Kamil Cegah RS Kolaps, Kebut Isolasi di Hotel & Desa

Ridwan juga akan meningkatkan rasio penggunaan tempat tidur di tiap rumah sakit dari saat ini 36% menjadi 60% untuk Covid-19.
Ameidyo Daud Nasution
12 Juli 2021, 20:32
covid, ridwan kamil, rumah sakit
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional dan Sosialisasi Hasil Munas ADPMET di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/6/2021). Ridwan Kamil menyiapkan sejumlah langkah mencegah semakin membludaknya rumah sakit karena kenaikan kasus Covid-19.

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang dilanda Covid-19 paling parah. Lonjakan kasus di Jabar bahkan mengancam ketersediaan fasilitas kesehatan.   

Oleh sebab itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyiapkan sejumlah langkah agar faskes tak kolaps. Langkah pertama, menambah ketersediaan jumlah tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Pria yang biasa dipanggil Emil ini menambah jumlah tempat tidur dengan memperluas alokasi kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19. Dia akan meningkatkan rasio penggunaan tempat tidur di tiap rumah sakit dari saat ini 36% untuk corona.

Adapun jumlah total tempat tidur rumah sakit di Jabar mencapai 54 ribu Kasur. “Kami akan tingkatkan sampai 60%, kalau sudah segitu baru kami dirikan rumah sakit darurat,” kata Emil dalam sebuah acara diskusi virtual, Senin (12/7).

Advertisement

 Langkah kedua, menahan warga agar tidak ke rumah sakit jika terpapar Covid-19 dengan gejala ringan. Emil mengatakan mereka yang bergejala ringan bisa isolasi mandiri di desanya masing-masing.

“Kami ada 10 ribu tempat tidur di ruang isolasi di desa, tapi baru terisi sekitar 43%,” katanya.

Langkah ketiga, memindahkan pasien yang berada pada akhir masa perawatan Covid-19 ke bangunan selain rumah sakit. Bangunan yang dimaksud adalah hotel atau apartemen yang disewa pemerintah. “Ini agar pasien juga bisa bergantian di rumah sakit,” ujarnya.

Emil menyebut dengan strategi ini, maka angka Bed Occupancy Rate (BOR) Jawa Barat dapat diturunkan hingga 3% hingga Minggu (11/7). Meski demikian, ia belum bisa menyimpulkan apakah tiga langkah ini tetap bisa mengurangi potensi kolapsnya rumah sakit di masa depan.

“Karena masih hitungan hari, tapi kalau statistik sudah turun maka kami bisa sampai seperti sebelum Idul Fitri yakni (BoR) di bawah 30%,” ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Dari data Kementerian kesehatan, jumlah kasus corona di Jabar pada hari ini bertambah 7.942 orang. Sedangkan positif Covid-19 di provinsi tersebut mencapai 459.949 orang.

Emil mengatakan jumlah kasus aktif corona di Jabar mencapai 89 ribu dan mayoritas melakukan isolasi mandiri. “Yang ditampung di rumah sakit hanya 20 ribu, 70 ribu lainnya isolasi mandiri,” ujar dia.

Meski demikian, banyaknya angka isolasi mandiri tak membuat ketersediaan rumah sakit rujukan semakin banyak. Co-Inisiator Lapor Covid-19, Ahmad Arif menuturkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat untuk segera mencarikan rumah sakit.

Dari data yang diperoleh Lapor Covid-19, diketahui bahwa ada 10 angka kematian pada pencarian rumah sakit/ICU pada periode 14-29 Juni 2021 lalu. “Banyak pelapor yang minta bantuan cari rumah sakit itu akhirnya meninggal, meninggal dunia karena terlambat untuk ditangani. Bahkan sebagian meninggal dalam perjalanan,” kata Arif.

Reporter: Mela Syaharani (magang)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait