Jokowi Minta Personel TNI - Polri Akhiri Gesekan, Kompak Hadapi Corona

Jokowi juga memerintahkan personel TNI dan Polri tetap kompak dalam menghadapi krisis Covid-19
Ameidyo Daud Nasution
13 Juli 2021, 11:27
jokowi, tni, polri
Katadata
Presiden Joko Widodo saat menjelaskan PPKM Mikro, Rabu (23/6). Jokowi pada pelantikan perwira mjuda TNI Polri, Selasa (13/7) meminta dua institusi tersebut tak

Presiden Joko Widodo meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kompak menghadapi tantangan bangsa. Bahkan Jokowi meminta dua anggota institusi tersebut tak berselisih di lapangan.

Bukan tanpa sebab, Jokowi kerap mendengar personel TNI dan Polri bergesekan di lapangan. Oleh sebab itu, ia meminta mereka bersinergi demi kemajuan bangsa.

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi, harus disudahi,” kata Jokowi saat pelantikan pelantikan perwira muda TNI-Polri di Istana Negara, Selasa (13/7).

Menjaga kekompakan TNI-Polri merupakan hal yang penting, apalagi Indonesia saat ini sedang mengalami krisis akibat Covid-19. Jokowi lalu meminta personel TNI dan kepolisian belajar dari masalah bangsa akibat pandemi ini.

Advertisement

“Krisis Covid-19 ini bisa memperkokoh kepedulian dan persatuan, mempercepat upaya dan cara kerja kita,” kata Presiden.

Tak hanya itu, Presiden meminta perwira muda menguasai teknologi dan cepat merespon s perkembangan zaman. Beberapa di antaranya, pembaruan dalam alat utama sistem persenjataan hingga taktik dan strategi perang baru.

Begitu pula kepolisian yang harus memahami metode baru kejahatan digital hingga penegakan hukum lainnya. “Harus menjadi bagian dari kualitas sumber daya manusia yang hebat,” kata Jokowi.

Terakhir, mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan perwira muda TNI dan Polri bertanggung jawab melindungi persatuan dan keberagaman bangsa. “Terus pelihara kebersamaan dengan menghormati fungsi dan tugas anda,” ujarnya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri memang ikut serta dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali. Personel polisi bertugas untuk membatasi kegiatan masyarakat dan menyekat akses wilayah.

Adapun TNI mengerahkan 30 ribu tenaga pelacak untuk menelusuri kasus positif Covid-19 saat PPKM Darurat. Tak hanya itu, Pusat Kesehatan TNI juga telah menyiapkan petugas untuk melakukan tes swab.

“(Pusat) Kesehatan TNI juga telah membangun PCR hampir di seluruh rumah sakit jajaran TNI,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Prantara Santosa dalam konferensi pers, Senin (12/7) dikutip dari Antara.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait