Potensi Ledakan Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga saat PPKM Darurat

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat memahami teknis isolasi mandiri agar dapat menekan penularan Covid-19 di tengah keluarga saat PPKM Darurat.
Ameidyo Daud Nasution
15 Juli 2021, 20:35
ppkm darurat, klaster keluarga, lonjakan kasus covid, jumlah kasus covid, satgas covid
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.
Petugas yang mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) saat keluar dari Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021). Satgas waspadai kemungkinan penularan Covid-19 di tengah keluarga saat pelaksanaan PPKM darurat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu (3/7) mulai menurunkan mobilitas masyarakat. Meski begitu, kasus Covid-19 masih tetap melonjak, bahkan terus mencatatkan rekor tertinggi hingga mencapai 56.757 kasus baru pada Kamis ini (15/7).

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti kemungkinan peningkatan kasus lantaran penularan pada klaster keluarga. Oleh karena itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat memahami teknis isolasi mandiri agar penularan bisa ditekan.

“Selain itu, tindakan sedini mungkin apabila ada keluarga yang pernah kontak dengan orang yang terinfeksi,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/7).

Wiku mengatakan sejak berlaku tangtgal 3 Juli lalu penurunan mobilitas mulai terlihat di sarana trasnportasi, fasilitas publik, hingga tempat kerja. Diharapkan, dengan berkurangnya pergerakan penduduk maka potensi penularan dapat berkurang. “Selama satu pekan sudah terlihat,” katanya.

Sedangkan Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi Dedy Permadi mengatakan penurunan signifikan pergerakan masyarakat berada di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Mobilitas penduduk di ibukota berhasil diturunkan menjadi 21,3%.

Meski demikian, pemerintah akan terus menggenjot usaha menertibkan masyarakat agar mobilitas dapat berkurang lebih besar lagi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pergerakan warga bisa berkurang 30%. “Dan pada akhirnya mencapai minus 50%,” ujar Dedy.

 Penularan Covid-19 di Indonesia terus mengganas hingga saat ini. Bahkan, kasus baru positif corona masih mencetak rekor baru yakni 56.757 orang pada Kamis (15/7).

Ini berarti lonjakan kasus Covid-19 terus mencetak rekor tertinggi dalam empat hari terakhir. Sedangkan Pulau Jawa menyumbang 43.082 atau 75,9 persen dari tambahan kasus hari ini.

Kasus terbanyak disumbang DKI Jakarta dengan 12.691 pasien baru, Jawa Barat dengan 11.101 kasus, dan Jawa Timur dengan 8.230 kasus baru. Berikutnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 4.360 kasus baru, Banten dengan 3.994 angka penularan hari ini, serta Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencatatkan 2.706 pasien baru.

Reporter: Akbar Malik Adi Nugraha (magang)

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait