Satgas Covid-19 Soroti Rendahnya Kepatuhan Jaga Jarak di Jakarta

Angka kepatuhan jaga jarak di Jakarta hanya 49%, di bawah rata-rata nasional yakni 71% penduduk
Image title
28 Juli 2021, 18:51
jakarta, sagtgas, covid
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Sejumlah warga antre untuk mengikuti tes cepat antigen sebelum menumpang kapal penyeberangan menuju Kepulauan Seribu dari Dermaga Marina di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/5/2021). Satgas Covid-19 menyoroti rendahnya kepatuhan menjaga jarak di DKI Jakarta yakni 49%.

Satgas Covid-19 menyoroti tantangan dalam penerapan jaga jarak guna memutus rantai penularan virus corona di DKI Jakarta. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Dewi Nur Aisyah mengatakan, kepatuhan menjaga jarak di ibu kota negara hanya mencapai 49%.

Dewi mengatakan kepatuhan menjaga jarak di Jakarta sebenarnya mengalami peningkatan secara konsisten. Meski begitu, angka tersebut sebenarnya masih terlalu rendah.

"(Kepatuhan) di sana masih rendah. Bisa jadi kepadatan penduduk pengaruh, luas wilayah, pengaruh ke sana," kata Dewi dalam konferensi pers daring, Rabu (28/7).

 Sementara itu, minimnya kepatuhan menjaga jarak juga terjadi di wilayah lain, seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawasi Selatan dan Sulawesi Utara juga masuk dalam daftar provinsi dengan kepatuhan jaga jarak rendah,.

Advertisement

"Pulau Sumatera yang tidak patuh menjaga jarak di Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," ujar dia.

Secara nasional, rasio penduduk yang aktif menjaga jarak mencapai 71,51%. Namun, angka kepatuhan tersebut mengalami fluktuasi setiap pekan.

Sementara, kepatuhan penggunaan masker secara nasional terus mengalami peningkatan selama penerapan PPKM darurat. Penurunan kepatuhan hanya terjadi pada pekan terakhir pembatasan tersebutt, yaitu turun 2% menjadi 72,71%.

Dari data Satgas, kepatuhan pemakaian masker lebih tinggi di Jawa-Bali. Berdasarkan data 19-25 Juli, wilayah yang paling tidak patuh memakai masker ialah Sulawesi, yaitu sebanyak 46,39% kelurahan/desa belum patuh.

Tak hanya Sulawesi, 45% kelurahan/desa di Maluku dan Papua juga kurang patuh dalam memakai masker. Dewi menilai, alasan rendahnya kepatuhan tersebut beragam. "Karena bergantung kebiasaan atau adat istiadat setempat," ujar Dewi.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan gejala peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Dari data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien positif corona hari Rabu (28/7) bertambah 47.791 orang.

Jumlah kasus baru hari ini ditopang oleh lonjakan pasien di Jakarta dan luar Jawa. Angka pasien Covid-19 di Jakarta mencapai 5.525 orang atau meningkat hampir 55% dari Selasa (27/8).

Begitu pula wilayah luar jawa seperti Sumatera Selatan yang melonjak 22,5% menjadi 1.249 kasus, Sumatera Utara yang meningkat 12,8% jadi 1.588 kasus, Sulawesi Selatan yang melonjak 20% menjadi 1.145, serta Bali yang bertambah 10,5% menjadi 1.452 orang.

Sedangkan kasus positif Covid-19 di Jawa Barat tercatat tumbuh minus 2,6% meski jumlahnya masih menjadi yang terbanyak di RI yakni 8.366 orang. Pertumbuhan minus juga terlihat pada provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta.

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait