Ucapkan Selamat, Jokowi Sebut Medali Emas Greysia/Apriyani Kado HUT RI

Jokowi mengatakan kemenangan yang diraih Greysia/Apryani atas pasangan Tiongkok tidak mudah dan mendebarkan
Ameidyo Daud Nasution
2 Agustus 2021, 14:49
Jokowi, greysia polii, apriyani rahayu, jokowi, medali emas, olimpiade, badminton
Youtube/ Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021. Jokowi pada Senin (2/8) mengucapkan selamat atas keberhasilan pebulutangkis ganda puteri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mendapatkan emas Olimipade Tokyo.

Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas medali emas yang diperoleh atlet badminton Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam Olimpiade 2020 Tokyo pada Senin (2/8) siang. Jokowi mengatakan kemenangan keduanya atas pasangan ganda asal Cina  Chen Qing Chen/Jia Yi Fan adalah hadiah buat Hari Ulang tahun (HUT) Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam akun Instagramnya hari ini. Dalam unggahannya, Presiden mengatakan penantian emas Olimpiade berakhir dengan pertarungan dua set yang alot dan mendebarkan.

“Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia dua pekan lagi. Terima kasih Greysia/Apriyani!,” kata Jokowi dalam unggahannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)

 

 

Greysia/Apriyani mengalahkan Chen/Jia dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15, Senin (2/8). Upaya Greysia /Apriyani untuk meraih medali emas sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Musashino Forest Plaza Crt 1, Tokyo, tidaklah mudah.

Pada gim pertama, pasangan Greysia/Apriyani langsung menggebrak dan unggul cepat 4-1. Pasangan berperingkat enam dunia tersebut terus mengumpulkan poin untuk unggul 7-3. Namun, sang lawan melakukan perlawanan dan mengejar ketertinggalan menjadi 8-7.

 Memasuki interval di gim pertama, Greysia/Apriyani ungul 11-8 atas pasangan Cina yang kini menempati peringkat ketiga dunia. Usai permainan yang diwarnai rally-rally panjang, Greysia/Apriyani menyudahi perlawanan Chen/Jia di gim pertama dengan skor 21-19 dalam waktu sekitar 32 menit.

greysia
greysia (antara)

 

Memasuki gim kedua, pasangan Greysia/Apriyani mampu tampil tenang dan unggul cepat 4-2 dan terus melebarkan jarak hingga unggul 11-7. Setelah interval, pasangan Cina terus tertinggal hingga Greysia/Apriyani mampu memperlebar jarak menjadi 16-9. 

Greysia/Apriyani lalu mengakhiri perjuangan pasangan ganda puteri Tiongkok di gim kedua dengan skor  21-15. Dengan tambahan medali emas dari ganda puteri, Indonesia kini mengumpulkan empat medali yakni satu emas, satu perak, dan dua perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.

Indonesia masih berkesempatan untuk menambah perolehan medali perunggu melalui pemain tunggal putera Anthony Ginting yang akan menghadapi wakil Guatemala Kevin Cordon sore nanti, Senin (2/8).

Adapun emas sebelumnya dari badminton dipersembahkan Liliyana Natsir yang berduet dengan Tontowi Ahmad pada 2016 lalu. Jika kemenangan Greysia/Apriyani direbut jelang HUT RI, maka duet Owi/Butet memenangkan gelar di Rio de Janeiro, tepat saat Indonesia merayakan 17 Agustus 2016.

Tak hanya itu, emas yang disabet Greysia dan Apriyani seolah menjadi hadiah RI yang sedang berjibaku melawan Covid-19. Sedangkan gelar juara yang didapatkan Owi dan Butet seolah menjadi simbol keberagaman RI yang tengah terpolarisasi secara politik saat itu.

Dikutip dari BBC Indonesia, Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institute for Democracy and Peace saat itu mengatakan Owi dan Butet saat itu merupakan simbol keberagaman Indonesia. "Bila kita berbicara soal perjuangan Indonesia, apapun agamanya, etnis tidak relevan lagi.” kata Bonar pada 17 Agustus 2016 silam.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait