Undang Faisal Basri hingga BEM UI, Luhut Bahas Strategi Atasi Covid-19

Ameidyo Daud Nasution
4 Agustus 2021, 11:52
luhut, covid, faisal basri, bem ui
Menko Marves
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendengarkan masukan dari ahli epidemiologi dalam pertemuan secara virtual pada Kamis (4/2). Luhut pada Selasa (3/8) mengumpulkan ahli wabah, guru besar, ekonom, hingga mahasiswa untuk meminta saran penanganan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (4/8) mengundang guru besar, dokter, ahli wabah, pengamat ekonomi, hingga perwakilan himpunan mahasiswa untuk membahas penanganan Covid-19.

Beberapa yang hadir antara lain ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI Leon Alvinda Putra, hingga Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan peta jalan yang dibuat pemerintah dalam menangani Covid-19. Dalam sesi sore dengan guru besar, ia juga meminta masukan para hadirin soal langkah penanggulangan pandemi.

“Saya minta masukan bapak ibu sekalian untuk menghadapi keadaan kami khusus mengenai kasus Covid-19, terlebih lagi varian Delta ini,” kata Luhut dalam keterangan tertulis (4/8) dikutip dari Antara.

 

Luhut juga menyampaikan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi hanya bergantung kepada vaksinasi, pelaksanaan testing, tracing, treatment (3T), serta kedisiplinan masyarakat memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).  

“Setiap Pangdam dan Kapolda menulis capaian tiap daerah sehingga kami dapat memprediksi kapan target 1:10 (menelusuri 10 kontak dari satu kasus) bisa tercapai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Faisal Basri memberikan saran pentingnya memanfaatkan seluruh mahasiswa untuk membantu 3T seperti menelusuri kasus positif. Hal ini agar penanganan pandemi tak hanay dilakukan mahasiswa kedokteran saja.

Sedangkan Leon dan Raihan juga menyarankan mahasiswa kedokteran tingkat akhir ikut dilibatkan. Namun keterlibatan mereka menangani kasus Covid-19 harus diformulasikan menjadi Sistem Kredit Semester (SKS).

Mendengar saran tersebut, Luhut akan menghubungi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim agar tenaga kesehatan terbantu. “Supaya pandemi dapat diatasi bersama-sama,” katanya.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait