Sambil Menangis, Megawati Sebut Para Penghina Jokowi Pengecut

Ameidyo Daud Nasution
18 Agustus 2021, 16:50
Megawati, Jokowi, pdip
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato usai pengumuman nama-nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan 49 pasangan calon untuk diusung dalam Pilkada tahun 2020.

Megawati Soekarnoputri menegaskan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo dari segala macam hinaan yang diterima saat memimpin. Bahkan sembari berurai air mata, Mega meminta orang-orang tersebut langsung datang ke hadapan Jokowi ketimbang berkata kasar.

Hal tersebut disampaikan Mega secara virtual saat meresmikan dimulainya penataan Kawasan Pura Besakih, Rabu (18/8). Awalnya, Presiden Kelima RI itu menyampaikan kata sambutan yang menyinggung soal rasa kebangsaan saat ini.

Namun di akhir pidato, ia menangis sembari mengingat Jokowi yang semakin kurus saat mengurus rakyat. Namun tetap saja banyak hinaan tak pantas yang diterima.

"Masih ada yang katakan Jokowi kodok. Orang itu benar-benar enggak punya moral..Pengecut," kata Mega dalam siaran Youtube Pemerintah Provinsi Bali, Rabu (18/8). 

Ketua Umum PDI Perjuangan itu tidak peduli jika ia dirundung masyarakat akibat menantang pihak-pihak yang kerap menghina Jokowi. Dia meminta semua anak bangsa menjadi warga negara yang punya etika dan moral

 "Biarin dibully, saya enggak takut. Datang berhadapan, jantan kamu," ujarnya.

Di awal sambutannya, Mega juga mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan dukungannya kepada Jokowi terutama di saat cobaan seperti pandemi. Tak hanya itu, dia mengajak masyarakat untuk saling membantu di masa sulit ini.

"Saya katakan ke pak Jokowi, 'Bapak yang tegar, kami semua di belakang bapak'," katanya.

Mega juga meminta orang-orang yang tak puas atas kinerja Jokowi untuk datang baik-baik menemui mantan Wali Kota Solo itu. "Katakan kegagalannya di mana, lalu bagaimana konsep agar tak gagal itu seperti apa," ujarnya.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait