Anies Akan Jangkau Vaksinasi Covid 3 Juta Warga Jakarta Lewat PKK

Banyak dari warga Jakarta yang belum vaksinasi saat ini lebih banyak berdiam diri di rumah dan tak bepergian
Ameidyo Daud Nasution
19 Agustus 2021, 15:42
jakarta, anies, vaksin
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menempelkan stiker bertuliskan penghuni telah menjalani tes antigen dengan hasil negatif di depan rumah warga yang telah pulang dari mudik di Sunter, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Polda Metro Jaya menggelar tes cepat Antigen kepada pemudik yang telah balik ke Jakarta untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan masih ada tiga juta warga dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Oleh sebab itu ia menyiapkan strategi yakni mendatangi rumah-rumah warga lewat dasawisma tingkat RT/RW.

Dari data Pemprov DKI, hingga Kamis (19/8) masih ada 3,48 juta penduduk KTP Jakarta yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama. Anies mengatakan banyak dari warga yang belum vaksinasi saat ini lebih banyak berdiam diri di rumah dan tak banyak melakukan mobilitas.

"Akan dibantu Dasawisma PKK yang membawahi 10-20 kepala keluarga. Mereka akan mendatangi dan mengajak vaksinasi," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/8) dikutip dari Antara.

 Sementara itu, jumlah warga yang ada di DKI Jakarta dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama total mencapai 9,19 juta, sekitar 40 persen di antaranya adalah warga yang bukan KTP DKI Jakarta.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menambah target vaksinasi menjadi 11 juta orang untuk mengakomodasi sekitar tiga juga warga KTP DKI Jakarta yang belum mendapatkan vaksinasi itu.

Sedangkan ahli wabah meminta pemerintah menggencarkan promosi vaksin Covid-19 serta lebih transparan dalam komunikasi. Tujuannya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keberhasilan program vaksinasi.

“Sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengomunikasikan manfaat vaksinasi, dan memberikan vaksin dengan aman dan efektif” kata Dicky kepada Katadata.co.id, Minggu (15/8).

Dicky mengatakan hingga saat ini masih ada pandangan anti-vaksin di tengah masyarakat. Meski jumlahnya tak banyak, di beberapa negara kelompok ini mampu menciptakan keraguan dan bisa mempengaruhi keberhasilan vaksinasi.

Tak hanya itu, kerja sama pemerintah pusat dan daerah penting untuk menjaga kepercayaan publik. Terakhir, pemerintah harus mengajak masyarakat aktif ikut serta dalam kampanye vaksinasi.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait