Positif Covid-19 Meningkat 22.053, Kasus Aktif Terbanyak di Jawa Barat

Jawa Barat juga menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 hari ini yakni 3.266 orang
Ameidyo Daud Nasution
19 Agustus 2021, 17:27
covid-19, jawa barat, corona
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) melakukan tes swab antigen di wilayah pemukiman warga Cianjur, Jawa Barat, Minggu, (25/7/2021). Upaya tersebut dilakukan untuk mengejar target pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menambah target sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia, dari 181,5 juta orang menjadi 208.265.720 orang

Pemerintah melaporkan kasus baru Covid-19 bertambah 22.053 pada laporan hari Kamis (19/8). Dengan kenaikan pasien baru, maka total 3.930.300 orang telah terinfeksi corona di Indonesia.

Jawa Barat menyumbang lonjakan tebesar yakni 3.266 pasien baru hari ini. Tak hanya itu, kasus aktif terbanyak pada hari ini juga berasal dari Jabar dengan 52.684 orang. 

 

Sedangkan kenaikan kasus ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 115.108 orang. Ini berarti rasio positif (positivity rate) Covid-19 hari ini mencapai 19,1%. Sedangkan rasio positif yang didapatkan lewat NAAT (PCR dan Tes Cepat Molekuler) mencapai 35,6%.

Selain itu pemerintah juga melaporkan adanya tambahan pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 1.492 orang. Jawa Tengah menyumbang angka kematian terbanyak yakni 388 orang.

Adapun jumlah pasien sembuh yang dilaporkan hari ini mencapai 29.012 orang. Jabar menyumbang kenaikan pasien sembuhy paling banyak yakni 6.680 orang.

Secara total, sebanyak 3,4 juta orang telah pulih dari Covid-19. Namun penyakit ini juga telah merenggut nyawa 122.633 orang.  

Pemerintah juga melaporkan pada hari ini jumlah kasus aktif Covid-19 menurun jadi 334.752 orang. Sedangkan 275.810 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 18 bulan terakhir dan diperkirakan akan berlanjut dalam waktu panjang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun memperkirakan bisa hidup hingga 10 tahun mendatang atau lebih. 

Kemungkinan, Covid-19 akan turun statusnya dari pandemi menjadi epidemi terlebih dahulu atau menyebar dengan cepat hanya di negara tertentu. "Kita mesti hidup dengan mereka selama, bisa lima tahun, 10 tahun, bisa juga lebih lama dari itu," kata Budi dalam konferensi pers, Senin (16/8).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait