Bahaya Varian Delta, Pemerintah Harus Hati-Hati Relaksasi PPKM Level 4

Ameidyo Daud Nasution
23 Agustus 2021, 15:43
PPKM Level 4, covid-19, corona
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Beberapa kios terlihat masih tutup di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/7/2021). Pasar Tanah Abang kembali beroperasi mulai Senin (26/7), mengikuti penyesuaian aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang telah ditetapkan pemerintah dengan syarat seluruh pedagang, pegawai toko dan pengunjung yang akan masuk sudah divaksin Covid-19 dengan menunjukkan kartu vaksinasi.

Pemerintah akan mengumumkan status perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hari ini. Meski demikian, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman berharap pelonggaran tak dilakukan secara tergesa-gesa.

Ini lantaran gelombang serangan Covid-19 varian Delta belum sepenuhnya berakhir. Ia juga mengkhawatirkan masih banyak kasus positif yang belum terdeteksi.

"Jika diteruskan (pelonggaran) akan menjadi penyebab klaster Delta, selain adanya varian baru yang lebih super," kata Dicky kepada Katadata.co.id, Senin (24/8).

 

Tak hanya itu, Dicky mengingatkan bahwa dua indikator yakni rasio kematian dan rasio positif Covid-19 belum sepenuhnya membaik. Dia menyampaikan fatality rate saat ini masih berada di angka 4,14%, sedangkan positivity rate masih berada di kisaran 20%.

"Dengan pelonggaran yang tak terukur, membuat potensi lonjakan baru tertama angka kematian dan rasio tesnya," kataya.

Jika memang pelonggaran perlu dilakukan, Dicky berharap pemerintah dapat menerapkan secara merata. Sebagai contoh, jika suatu tempat bisa beroperasi dengan kapasitas 50%, maka angka tersebut harus ditetapkan dengan rata pada aktivitas lainnya.

Seperti diketahui, pemerintah mulai merelaksasi kapasitas mal menjadi 50% pekan lalu, meski demikian, mereka juga menjajal work from office 100% untuk beberapa sektor esensial dan kritikal.

"Jangan berbeda-beda, ini tidak koheren dan berbahaya," kata Dicky.

Terakhir, dia meminta pemerintah memperkuat tes, penelusuran, dan perawatan pasien (3T) saat perpanjangan PPKM. Ini demi mengurangi potensi penularan di tingkat komunitas.

Adapun,  Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengatakan saat ini rapat status PPKM masih dilakukan tim dari pemerintah.  Namun ia belum memberitahu apa saja penyesuaian kegiatan yang akan dilakukan. 

Advertisement

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait