Prabowo Beri Saran Jokowi: Tetap Lanjutkan Bangun Ibu Kota Baru

Jokowi tetap menjadikan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur sebagai agenda pemerintah
Image title
24 Agustus 2021, 19:32
prabowo, jokowi, ibu kota baru
Katadata
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau langsung sodetan akses jalan menuju rencana ibu kota negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (24/8). Foto: Lukas (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo meninjau pembuatan sodetan calon ibu kota baru negara di Kalimantan Timur, Selasa (24/8). Dalam peninjauan tersebut, Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri pekerjaan umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sodetan akses tersebut berlokasi di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda KM 14 yang dilewati Presiden dalam perjalanan dari Kota Samarinda. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan secara langsung dukungannya terhadap pemindahan ibu kota.

"Saya sangat mendukung. Saya sarankan kepada Presiden bahwa ini harus diteruskan Pak," kata Prabowo kepada Jokowi saat bersama-sama meninjau sodetan ibu kota negara, Kalimantan Timur, Selasa (24/8).

Prabowo mengatakan perpindahan ibu kota ini merupakan keputusan strategis dan perlu keberanian. Apalagi akan ada pemisahan antara pusat pemerintahan dengan pusat keuangan, perdagangan, dan industri.

Advertisement

Namun Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakini seluruh persiapan sudah berjalan dengan baik. "Pak Menteri PUPR tadi juga sudah meyakinkan persiapannya sangat matang," ujar Prabowo.

Sedangkan Jokowi beralasan kedatangannya hari ini untuk meninjau detail kesiapan ibu kota baru. Dia juga telah berdiskusi dengan Prabowo dan Basuki kemungkinan pembangunan sarana transportasi seperti bandara dan pelabuhan di sekitar pusat pemerintahan RI itu.

Selain itu perpindahan ibu kota negara masih dalam rencana meski saat ini Indonesia masih dilanda pandemi. "Artinya, agenda ibu kota baru ini tetap dalam rencana (pemerintah)," kata Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, menyebut bahwa pemerintah dan masyarakat Kalimantan Timur mengapresiasi atas penetapan titik simpang sodetan ke arah IKN. Menurutnya, akses tersebut akan memberikan kecepatan bagi mobilitas masyarakat dari Kota Balikpapan dan Samarinda ke arah ibu kota negara.

"Kawasan ini adalah kawasan hutan dan lahan negara, jadi tidak ada masalah dengan lahan," katanya.

Sebagai informasi, dengan adanya pemindahan ibu kota negara, fokus pembangunan infrastruktur diharapkan mampu beralih dari Jawa ke Kalimantan Timur dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Hal tersebut diharapkan menstimulus investasi, sehingga kawasan industri di luar Jawa ikut berkembang.

Berdasarkan kajian Bappenas pada Juni 2019, pemindahan IKN akan membuat arus perdagangan turut berubah dari Jawa ke luar Jawa. Bappenas memperkirakan lebih dari 50% wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan jika IKN dipindah.

Alhasil, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari wilayah-wilayah non-Jawa juga bakal meningkat seiring pemindahan IKN. Menurut Bappenas, peningkatan kontribusi wilayah-wilayah non-Jawa akan punya andil terhadap perekonomian nasional sebesar 0,1%.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait