Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 5.436, Terendah Hampir Tiga Bulan

Ameidyo Daud Nasution
30 Agustus 2021, 17:47
covid-19, kasus covid, corona
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada pekerja di salah satu perusahaan di Jalan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021). Tes usap dilakukan kepada pekerja asal Madura tersebut untuk menelusuri penyebaran COVID-19 menyusul meningkatnya kasus COVID-19 di Bangkalan, Madura.

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun usai mencapai puncaknya 15 Juli lalu. Bahkan pemerintah melaporkan pasien baru sebanyak 5.436 orang pada Senin (30/8).

Angka kasus yang dilaporkan hari ini merupakan yang terendah sejak 3 Juni 2021 atau usai periode liburan Lebaran. Pada tanggal tersebut, angka pasien baru meningkat 5.353 orang.

 

Kasus baru hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 78.055 orang. Ini berarti rasio positif yang didapatkan sebesar 6,96%. Namun jika menghitung NAAT (PCR dan TCM), maka positivity rate-nya meningkat jadi 16,9%.

Angka positif tertinggi hari ini disumbang Jawa Timur yakni 640 orang. Berikutnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 508 kasus baru.

Sedangkan angka kematian pasien pada hari ini dilaporkan bertambah 568 orang. Jawa Timur menyumbang pasien meninggal terbanyak hari ini yakni 132 orang.

Adapun angka kesembuhan juga bertambah 19.398 orang. Jawa Barat melaporkan pasien pulih terbanyak yakni 2.660 orang.

Pemerintah juga melaporkan pada hari ini jumlah kasus aktif Covid-19 menurun jadi 203.060 orang. Sedangkan 251.951 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Secara total, sebanyak empat juta orang telah pulih dari Covid-19. Namun penyakit ini juga telah merenggut nyawa 132.491 orang.  

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan berakhir pada hari ini (30/8). Selanjutnya, pemerintah akan memutuskan nasib status pembatasan aktivitas demi mencegah penularan Covid-19 itu. Adapun saat ini wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menjalankan PPKM Level 3.

Epidemiolog pun memprediksi level PPKM di Jakarta bisa diturunkan dengan sejumlah syarat.  "Jakarta menurut saya bisa diturunkan level 2, tapi harus benar-benar dijamin dipastikan cakupan testing bisa terjaga," kata Dicky kepada Katadata.co.id, Senin (30/8).

Advertisement

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait