Watchdoc, Rumah Produksi Film RI Dapat Penghargaan Ramon Magsaysay

Watchdoc merupakan pembuat film Sexy Killes hingga The EndGame. Mereka menyusul nama seperti Abdurrahman Wahid, Pramoedya Ananta Toer, hingga Ali Sadikin yang mendapatkan penghargaan tersebut
Ameidyo Daud Nasution
31 Agustus 2021, 16:00
Watchdoc, ramon magsaysay, sexy killers
Katadata
Logo rumah produksi Watchdoc. (Foto: Twitter WatchdoC Documentary)

Rumah Produksi Watchdoc Documentary Maker Indonesia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dalam kategori "Emergent Leadership" pada Selasa (31/8). Penghargaan diberikan karena film dokumenter Watchdoc masuk dalam jurnalisme investigasi yang menggunakan platform baru dalam menyoroti masalah lingkungan, sosial, dan hak asasi manusia.

Watchdoc adalah rumah produksi yang merilis sejumlah film seperti 'Sexy Killers', 'Asimetris', 'The EndGame', hingga 'Kinipan'. Mereka juga dianggap memberdayakan komunitas yang terpinggirkan serta menginspirasi kaum muda mencari kebenaran.

"Karya-karya Watchdoc mengangkat sesuatu yang tak banyak dibicarakan atau dihindari orang dan mendistribusikannya kepada generasi baru," kata Presden Ramon Magsaysay Award Foundation Susan Afan dalam keterangan tertulis Watchdoc yang dibagikan pada Selasa (31/8).

 

Advertisement

Bersama Watchdoc, ada empat penerima lain dari penghargaan Ramon Magsaysay. Mereka adalah Amjad Saqib dari Pakistan yang merancang kredit bunga nol persen bagi warga miskin, Firdaus Qadri dari Pakistan yang mengembangkan vaksin, Steven Muncy yang bekerja untuk pengungsi bencana alam, perang, dan konflik di Myanmar hingga laos, serta Roberto Ballon dari Filipina lewat gerakan konservasi laut.

Adapun sejumlah nama dari Tanah Air yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Abdurrahman Wahid pada 1993, Pramoedya Ananta Toer pada 1995, serta Ali Sadikin pada 1971. Komisi Pemberantasan Korupsi juga pernah mendapatkan Ramon Magsaysay Award pada 2013.

Pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono mengatakan penghargaan ini adalah pengingat bagi mereka agar terus menghadirkan realitas yang ada kepada masyarakat. "Karena ni diberikan kepada organisasi atau lembaga, bukan individu atau film," kata Dandhy.

Dandhy Laksono
Dandhy Laksono (Instagram @Dandhy_Laksono)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penghargaan Ramon Magsaysay bukan yang pertama kali diterima Watchdoc tahun ini. Awal 2021, mereka telah mendapatkan Gwangju Prize for Human Rights.

Adapun film yang diproduksi Watchdoc telah didistribusikan lewat banyak platform mulai dari layar tancap, bioskop, hingga internet. Mereka juga mengelola pelatihan produksi video bagi semua kalangan.

 Salah satu karya Watchdoc yang menjadi ramai adalah film dokumenter Sexy Killers. Film yang dirilis sebelum Pilpres 2019 itu bercerita tentang dampak negatif bisnis batu bara terhadap lingkungan. Selain itu, film tersebut menyinggung keterkaitan tokoh-tokoh politik yang bersaing dalam Pilpres dengan perusahaan batu bara.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait