Stok Kurang, Jokowi Minta Kemenkes Tambah Vaksin Covid-19 di Lampung

Jokowi juga meminta daerah segera menghabiskan vaksin Covid-19 begitu pasokan terpenuhi
Image title
2 September 2021, 13:51
vaksin, jokowi, covid-19
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR pada Senin (16/8)

Presiden Joko Widodo pada Kamis (2/9) meninjau vaksinasi Covid-19 di SMAN 2 Bandar Lampung. Pada kesempatan tersebut, Jokowi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menambah stok vaksin virus corona di provinsi tersebut.

Permintaan itu seiring terjadi kekurangan pasokan vaksin di puskesmas. "Nanti saya perintahkan Kemenkes agar vaksinnya untuk Provinsi Lampung diperbanyak," kata Jokowi di SMAN 2 Bandar Lampung, Kamis (2/9).

 Ia pun meminta para pelaksana vaksinasi untuk segera menghabiskan stok vaksin. Hal ini guna mempercepat target kekebalan komunitas (herd immunity) serta menekan laju penularan corona.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta agar vaksinasi dilakukan secara bersama-sama, di sejumlah lokasi seperti puskemas, sekolah, hingga lapas. Hal ini diperlukan agar penularan Covid-19 dapat segera diakhiri.

Advertisement

"Ajak teman-teman, tetangga, saudara kita untuk bisa segera divaksin sehingga kita bisa menghindarkan diri dari terpapar Covid-19," katanya.

Tak hanya itu, Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan meski sudah divaksin

Selain meninjau vaksinasi, Jokowi juga berdialog dengan sejumlah daerah yang ada di Lampung.  Salah seorang perwakilan dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung mengatakan setiap hari ada 31 puskesmas melakukan vaksiansi kepada 150-200 orang per hari.

Ia pun mengatakan, stok vaksin masih sedikit kekurangan. Sedangkan capaian vaksinasi di Bandar Lampung telah mencapai 60%. "Namun vaksinasi akan lebih cepat lagi bila vaksin kita lancar," kata perwakilan itu saat konferensi video dengan Jokowi dari Puskesmas Satelit Lampung.

Mengutip dari data Kemenkes, total vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah mencapai 64,74 juta dosis atau 31,09%. Sedangkan, total vaksinasi dosis kedua masih tertinggal, yaitu 36,85 juta dosis hingga Kamis (2/9) pukul 12.00 WIB.

Sebagaimana diketahui, Kemenkes menargetkan 208,26 juta orang menerima vaksin Covid-19. Sasaran vaksinasi itu meliputi tenaga kesehatan, lannut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, dan anak usia 12-17 tahun.

Sebelumnya,  beberapa pemerintah daerah mengeluhkan ketersediaan stok vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pemerintah daerah tidak perlu menahan stok vaksin virus corona karena pemerintah pusat yang akan mengatur distribusi dosis pertama dan kedua.

"Atas arahan Bapak Presiden, kita menegaskan daerah tidak perlu menahan stok vaksin. Pakai saja semuanya sesuai arahan,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/8).

Budi memaparkan, beberapa pemerintah daerah menahan stok vaksin untuk mengamankan pemberian dosis kedua. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah mengimbau daerah untuk menggunakan seluruh vaksin yang diterima.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait