Terus Melandai, Kasus Kematian Covid-19 Turun 28% dalam Sepekan

Tren penurunan juga terjadi pada indikator lain seperti kasus positif, kasus aktif, dan rasio positif pasien Covid-19
Image title
6 September 2021, 17:53
kematian, covid-19, corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
\Foto udara suasana pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021).

Pemerintah akan mengumumkan nasib kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (6/9). Adapun selama pembatasan satu pekan terakhir, tambahan kasus kematian Covid-19 secara nasional menurun 28% dalam sepekan.

Pada 5 September lalu, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 392 kasus atau terendah sejak 26 Juni yakni 358 kasus. Sedangkan, tambahan pasien meninggal pada 29 Agustus mencapai 551 kasus.

 

Sementara itu, tambahan kasus positif corona selama sepekan terakhir juga menurun 27%. Pada 5 September, kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 5.403 kasus, lebih rendah dibandingkan 29 Agustus sebanyak 7.427 kasus.

Advertisement

Kasus konfirmasi pada 5 September juga menjadi yang terendah sejak 3 Juni sebanyak 5.353 kasus. Adapun, kasus aktif selama sepekan turun 28,5% dari 217.590 kasus pada 29 Agustus menjadi 155.519 pada 5 September.

Perbaikan juga terjadi pada angka positivity rate nasional. Pada 5 September, angka rasio positif corona RI sebesar 5,15% atau lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 8,03%.

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan mengumumkan nasib Perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari ini. Ahli lalu menyinggung kemungkinan Jakarta yang berpotensi turun ke status PPKM Level 2.

Adapun, wilayah Jabodetabek menerapkan PPKM level 3 dalam dua pekan terakhir. Meski demikian, penurunan level PPKM perlu diikuti dengan kesiapan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan.

"Jakarta bisa turun ke level 2. Tapi, bicara PPKM bukan hanya merujuk pada indikator epidemiologi saja, tapi juga masalah kesiapan masyarakat," kata Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman kepada Katadata.co.id, Senin (6/9).

Menurutnya, penurunan level PPKM perlu diikuti kesiapan lintas sektor, seperti institusi, perkantoran, pihak swasta, pemerintah, masyarakat, hingga BUMN. Seluruh pihak tersebut harus bisa merespons budaya baru, yaitu beraktivitas di tengah potensi penularan corona.

Akan tetapi, respons masyarakat masih dianggap belum sesuai. Sebab, masyarakat justru abai terhadap protokol kesehatan saat PPKM dilonggarkan. "Artinya ini ada masalah penyampaian pesan belum tepat atau komunikasi belum maksimal," katanya.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait