2,5 Juta Warga KTP Jakarta Belum Vaksinasi, Anies: Sebagian Tak Mau

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan vaksinasi terkendala penduduk yang pindah domisili, namun tak melepaskan data kependudukannya di Jakarta.
Ameidyo Daud Nasution
12 September 2021, 16:02
anies baswedan, anies, vaksin, covid, jakarta
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda usai pulang kantor saat melintas di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Sepeda Sedunia yang diperingati tiap tanggal 3 Juni.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih ada 2,5 juta warga dengan kartu tanda penduduk (KTP) DKI yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Jumlah tersebut menurun dari pertengahan Agustus lalu, yakni masih ada tiga juta warga dengan KTP Jakarta yang belum menjalani vaksinasi Covid-19.

"Per 11 September, warga DKI Jakarta yang telah divaksin 10,3 juta. Yang belum divaksin 2,5 juta," kata Anies di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/9) dijutip dari Antara.

Ia menjelaskan sebagian besar dari 2,5 juta warga tidak ingin divaksinasi dengan berbagai alasan dan perlu diatasi dengan cara persuasif. Kedua, ada penduduk yang pindah domisili, namun tak melepaskan data kependudukan Ibu Kota. "Sebagian memang tidak mau dan harus diajak," katanya.

Anies akan mengupayakan masyarakat mau menerima vaksin. Salah satunya mempercepat vaksinasi dengan kunjungan tiap-tiap wilayah seperti di Jagakarsa.

"Nanti kami kejar ke tempat lain agar angka yang belum vaksin mendekati nol," kata Anies.

Sebelumnya Anies mengatakan akan memberdayakan dasawisma tingkat RT/RW untuk memacu vaksinasi di Jakarta. Apalagi banyak dari warga yang belum vaksinasi saat ini lebih banyak berdiam diri di rumah dan tak banyak melakukan mobilitas.

Sedangkan ahli wabah meminta pemerintah menggencarkan promosi vaksin Covid-19 serta lebih transparan dalam komunikasi. Tujuannya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keberhasilan program vaksinasi.

“Sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengomunikasikan manfaat vaksinasi, dan memberikan vaksin dengan aman dan efektif” kata Dicky kepada Katadata.co.id, Minggu (15/8).

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait