Pasien Baru Corona RI 2.577 Orang, Kasus Aktif Turun di Bawah 100 Ribu

Lonjakan kasus virus corona hari ini merupakan yang terendah kedua sepanjang 2021. Rasio positif juga kembali mencetak rekor terendahnya
Ameidyo Daud Nasution
13 September 2021, 17:30
corona, covid-19, virus corona
ANTARA /M Ibnu Chazar
Tenaga kesehatan memberikan simbol semangat "finger heart" kepada pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Posko Isolasi Mandiri, Desa Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021).

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan indikator penurunan pada Agustus 2021. Pemerintah melaporkan angka kasus baru corona RI bertambah 2.577 orang pada Senin (13/9).

Angka tambahan kasus baru ini merupakan yang terendah sejak 15 Mei atau usai Lebaran yakni 2.385 kasus baru. Ini berarti lonjakan pasien Covid-19 hari ini juga menjadi yang terendah kedua sepanjang tahun 2021.

Adapun kasus aktif Covid-19 RI hari ini menurun 10.173 menjadi 99.696 orang. Sedangkan 296.170 orang masih dinyatakan sebagai suspek corona.

Tak hanya itu, angka rasio positif juga terus mencetak rekor hingga hari ini. Pemerintah melaporkan positivity rate pada Senin ini sebesar 2,14% atau terendah sepanjang pandemi.

Advertisement

Angka rasio ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 120.529 orang. Akan tetapi jika hanya dihitung dengan PCR dan Tes Cepat Molekuler, rasio positif hari ini bertambah menjadi 7,55%.

Kasus positif terbanyak hari ini disumbang Provinsi Jawa Tengah yakni 353 orang. Di bawahnya adalah Jawa Timur dengan tambahan 318 pasien positif hari ini.
Adapun angka kematian pasien corona juga bertambah 276 orang pada laporan hari ini. Jawa Timur menyumbangkan pasien meninggal terbanyak yakni 37 orang.

Selain itu, Pemerintah juga melaporkan sebanyak 12.474 orang pulih dari corona hari ini. Jawa Tengah melaporkan angka pasien pulih terbanyak yakni 2.026 orang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus konfirmasi virus corona di Indonesia sudah memasuki indikator level 1 versi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 9 September, kasus konfirmasi Indonesia mencapai 14,73 per 100 ribu penduduk per minggu.

Indikator level 1 ialah memiliki kurang dari 20 kasus konfirmasi per 100 penduduk per minggu. Secara rinci, kasus konfirmasi di Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Lampung, hingga Jambi telah masuk indikator level 1.

Sementara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan masih pada level 2. Sementara, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara memiliki kasus konfirmasi pada level 3.

Selain kasus konfirmasi, angka rawat inap pasien corona juga mengalami perbaikan, yaitu memasuki indikator tingkat 2. Pada 9 September, rawat inap mencapai 7,35 kasus per 100 ribu penduduk per minggu.

Meski beberapa indikator Covid-19 menunjukkan perbaikan, ahli meminta pembatasan terutama di Jakarta hingga Jawa dan Bali ditahan minimal dua pekan. Hal ini lantaran pemerintah perlu memperbaiki perubahan perilaku dan protokol kesehatan masyarakat di publik.

"Protokol kesehatan di publik, instansi pemerintah, BUMN, hingga swasta ini masih banyak kelemahan," kata epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman kepada Katadata.co.id, Senin (13/9).

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait