Efikasi Vaksin Covid-19 Pfizer Bisa Berkurang, Perlu Dosis Ketiga

Tak hanya Pfizer, Moderna juga merekomendasikan booster ketiga vaksin lantaran perlindungan terhadap Covid-19 bisa menurun seiring waktu
Image title
16 September 2021, 17:22
pfizer, vaksin, booster ketiga
ANTARA FOTO/REUTERS/Matthew Childs/WSJ/cf
Matthew Childs Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Britain, Senin (1/2/2021).

Pfizer Inc. menyatakan kemanjuran vaksin Covid-19 bikinan mereka bisa berkurang seiring waktu. Mereka merekomendasikan pemberian dosis ketiga (booster) untuk menangkal virus dan varian baru corona.

Pernyataan ini dilontarkan Pfizer berdasarkan data yang dikumpulkan dari Amerika Serikat dan Israel.  Data tersebut menunjukkan kemanjuran vaksin Covid-19 bisa berkurang dalam rentang waktu tertentu. Mereka juga menyiapkan fakta terbaru tersebut dalam presentasi dengan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada Jumat (17/9).

 Adapun, penurunan efektivitas vaksin terutama karena berkurangnya respons imun vaksin dari waktu ke waktu, tulis peneliti Pfizer dalam presentasinya.Panel diharapkan menyusun rekomendasi apakah perlu lebih banyak suntikan booster untuk warga Negeri Abang Sam tersebut.

“Data dari Israel dan Amerika Serikat menunjukkan tingkat infeksi meningkat lebih cepat pada individu yang divaksinasi lebih awal,” kata Pfizer dalam presentasinya, seperti dikutip dari Bloomberg pada Kamis (16/9).

Berdasarkan data dari Israel, Pfizer mengatakan penurunan kemanjuran terhadap infeksi dapat diikuti gejala Covid-19 yang parah, terutama di kalangan lansia rentan. Raksasa farmasi tersebut mengatakan vaksin dosis booster akan sangat efektif pada area yang didominasi varian delta.

Pfizer juga menjelaskan menjelaskan hasil uji coba tahap akhir suntikan booster vaksin mereka kepada lebih dari 300 orang. Hasilnya, tambahan dosis meningkatkan kadar antibodi darah.

Satu bulan setelah dosis ketiga,  penerima vaksin booster mengalami peningkatan antibodi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sebulan setelah suntikan kedua. Selain itu, hasil identifikasi menunjukkan tidak ada efek samping baru yang tak terduga pada studi tahap akhir vaksin ketiga. Namun, dosis tambahan perlu diberikan enam bulan setelah suntikan dosis kedua.

Sebelumnya, Moderna Inc juga menyarankan pemberian dosis ketiga vaksin.  Seperti Pfizer, mereka menyatakan hasil uji coba vaksin Covid-19 terbaru menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkan berkurang seiring waktu. 

Meski begitu, Kementerian Kesehatan RI menilai penyuntikan dosis ketiga tidak akan menurunkan risiko penularan jika masih banyak orang di sekitarnya yang menjadi pembawa virus. Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pandemi tidak akan berakhir apabila 70% masyarakat Indonesia atau 208 juta orang belum mendapatkan vaksinasi. 

"Kita sendiri kuat dapat vaksin 5 kali. Namun itu tidak akan menurunkan risiko tak tertular kalau banyak orang di sekitar kita menjadi pembawa virus," kata Nadia dalam Katadata Forum Virtual Series, Rabu (15/9).

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait