Wilayah Vaksinasi Rendah di AS Sumbang Kematian Covid-19 Lebih Tinggi

Angka kematian pasien di negara bagian dengan cakupan vaksinasi rendah empat kali lebih tinggi dari wilayah vaksinasi tinggi
Image title
22 September 2021, 14:03
kematian, as, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Jeenah Moon/Pool /aww/cf
Seorang tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Moderna COVID-19 di Queens Police Academy di Queens, New York, Amerika Serikat, Senin (11/1/2021).

Angka rata-rata kematian pasien Covid-19 di Amerika Serikat lebih tinggi empat kali lipat di negara bagian dengan vaksinasi rendah. Hal ini berdasarkan analisis CNN pada data dari Universitas Johns Hopkins dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Dari data yang tersedia, angka kematian pasien corona 4 kali lebih tinggi di 10 negara bagian dengan capaian vaksinasi paling sedikit dibandingkan 10 negara bagian yang paling banyak. Di negara bagian dengan vaksin terendah, sekitar delapan orang dari setiap 100 ribu penduduk meninggal karena Covid-19 selama seminggu terakhir. Sementara 10 negara bagian yang paling tinggi vaksinasinya mencatatkan kematian sekitar dua dari setiap 100 ribu orang.

Selain itu, negara bagian yang kurang divaksinasi cenderung memiliki tingkat rawat inap yang lebih tinggi. Data terbaru dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menunjukkan rata-rata ada 39 pasien rawat inap Covid-19 per 100 ribu orang di 10 negara bagian yang paling sedikit divaksinasi.

Jumlah itu hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan 10 negara bagian yang paling banyak divaksinasi. Di wilayah tersebut, rata-rata pasien yang menjalani rawat inap hanya 14 per 100 ribu penduduk.

Adapun, 10 negara dengan vaksinasi terendah ialah Alabama, Arkansas, Georgia, Idaho, Louisiana, Mississippi, North Dakota, Tennessee, West Virginia dan Wyoming. Di negara bagian tersebut, capaian vaksin dosis kedua masih di bawah 45% dari total penduduk.

Sementara, 10 negara bagian dengan tingkat vaksinasi tertinggi telah memberikan vaksin dua dosis lebih dari 62% penduduknya. Negara bagian itu ialah Connecticut, Maine, Maryland, Massachusetts, New Jersey, New Mexico, New York, Rhode Island, Vermont dan Washington.

Sementara di Indonesia, kesenjangan vaksinasi masih terjadi di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 18 September, vaksinasi dosis kedua di Lampung baru mencapai 9,64%, Sumatera Barat 10,52%, Maluku Utara 10,68%, dan Nusa Tenggara Barat 11,09%. Sementara, vaksinasi dosis kedua di DKI Jakarta sudah mencapai 90,5%, Bali 70,45%, Kepulauan Riau 49,59% dan Yogyakarta 35,42%.

Namun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis sekitar 150 juta hingga 170 juta orang sudah mendapatkan suntikan vaksin pada akhir tahun ini.  “Hitung-hitungan kami 150-170 juta orang surah divaksin tau lebih dari 70% target populasi,” ujar Budi dalam Wealth Wisdom 2021: How to Live with Covid-19 in The Long Run yang diselenggarakan Bank Permata bekerja sama dengan Katadata.co.id, Sabtu (18/9).

Pemerintah menargetkan dapat melaksanakan vaksinasi terhadap 208 juta penduduk Indonesia. Target ini, menurut Budi naik dari rencana awal sebanyak 181,5 juta orang lantaran Indonesia mulai memberikan vaksinasi kepada anak di atas 12 tahun.

“Jika menggunakan target sebelumnya, kita sudah mencapai 43%, tetapi dengan target baru angkanya mencapai 37,5%,” kata dia. 

 



 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait