Bos Moderna Prediksi Pandemi Berakhir 2022, Sarankan Booster Vaksin

CEO Moderna juga memprediksi booster vaksin akan diperlukan tiap satu hingga tiga tahun sekali
Ameidyo Daud Nasution
24 September 2021, 11:08
moderna, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Vaksin Covid 19 Moderna

Chief Executive Officer Moderna Inc Stéphane Bancel memprediksi pandemi Covid-19 bisa berakhir pada tahun depan. Bancel juga mengatakan peningkatan produksi vaksin diperlukan untuk mencapai kekebalan masyarakat tahun depan.

Bancel juga menyampaikan bahwa para produsen vaksin akan memperluas produksi demi menjaga pasokan. Selain itu, ia mengatakan bahwa akan ada lebih banyak booster vaksin yang tersedia.   

“Asumsi saya dalam setahun (akan berakhir),” kata Bancel dikutip dari The Washington Post, Jumat (24/9).

 

Bancel memprediksi Covid-19 akan berakhir dengan situasi mirip serangan wabah influenza. Dengan kondisi seperti itu, maka booster vaksin akan diperlukan tiap satu hingga tiga tahun sekali.

“Anda bisa mendapatkan vaksinasi dan memiliki musim dingin yang baik, atau tidak melakukannya dan berisiko berakhir di rumah sakit,” kata Bancel.

Sedangkan Co-creator vaksin Oxford-AstraZeneca Prof. Sarah Gilbert juga pada Rabu (22/9) mengatakan Covid-19 kemungkinan akan berakhir layaknya flu biasa. Ini lantaran virus tersebut sulit bermutasi menjadi lebih mematikan lagi sehingga tak mampu melawan kekebalan vaksin.

“Kami melihat bahwa virus menjadi kurang ganas karena lebih mudah menyebar,” kata Gilbert.

Moderna, bersama Pfizer merupakan dua perusahaan yang kerap menyuarakan pemberian dosis ketiga vaksin. Moderna menyampaikan hasil uji coba terbaru vaksin Covid-19 menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkan berkurang seiring waktu dan perlu booster.

Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa orang berusia 65 tahun ke atas atau lansia dapat menerima dosis booster vaksin Pfizer. Mereka juga menyebut suntikan tambahan ini bisa dilakukan untuk orang berusia 18 tahun ke atas yang berisiko tinggi Covid-19 karena pekerjaan.

 Izin darurat ini sejalan dengan rekomendasi minggu lalu dari penasihat FDA. Sedangkan booster dapat diberikan kapan saja setidaknya enam bulan setelah seseorang menerima suntikan kedua.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait