Serikat Pekerja Hidupkan Kembali Partai Buruh, Incar Pemilu 2024

Salah satu alasan dihidupkannya lagi Partai Buruh antara lain karena aspirasi pekerja tak tertampung dalam UU Cipta Kerja
Ameidyo Daud Nasution
3 Oktober 2021, 15:34
buruh, partai, pemilu 2024
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (tengah) berorasi saat aksi unjuk rasa buruh di depan Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Dalam aksinya mereka menolak kenaikan upah minimum berdasarkan PP No.78 Tahun 2015 serta menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Sejumlah organisasi pekerja menghidupkan kembali Partai Buruh untuk menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang. Deklarasi parpol baru itu akan digelar pada kongres yang digelar pada tanggal 4 dan 5 Oktober mendatang di Jakarta.

Partai tersebut akan berisi 11 organisasi pendiri, termasuk para pengurus lama era Muchtar Pakpahan. Mereka terdiri dari petinggi lama Partai Buruh, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), rumah buruh yang didirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI, Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) bentukan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Rumah Buruh Indonesia bentukan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Selain itu ada pula unsur Serikat Petani Indonesia (SPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), rumah buruh inisiasi Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSPKEP), rumah buruh inisiasi Federasi Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan,  Forum Pendidik, Tenaga Honorer Dan Swasta Indonesia (FPTHSI), serta Gerakan Perempuan Indonesia.

“Partai baru ini diinisiasi empat konfederasi terbesar yakni KSPSI Andi Gani, KSPI, KSBSI, dan KPBI,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (3/10).

 

Sebagai informasi, Indonesia pernah memiliki Partai Buruh yang aktif pada Pemilu 1999 hingga 2009. Saat itu Muchtar Pakpahan menjabat sebagai Ketua Umum, sedangkan Sekretaris Jenderalnya adalah Sonny Pudjisasono.

Iqbal mengatakan kekecewaan buruh atas kebijakan pemerintah seperti Undang-Undang Cipta Kerja menjadi salah satu faktor utama dihidupkannya kembali Partai Buruh. Partai ini juga akan menyasar spektrum pemilih yang lebih luas seperti petani dan nelayan.

“Bedanya, partai sekarang diinisiasi berbagai lapisan sosial, sehingga isu yang dibawa akan merefleksikan isu gerakan sosial serikat buruh, petani, dan lainnya,” kata Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan bahwa partai ini bertujuan untuk mewujudkan negara yang menyejahterakan warganya (welfare state). Mereka menyiapkan 13 platform perjuangan untuk mencapai tujuan tersebut seperti mewujudkan kedaulatan rakyat hingga penyediaan lapangan kerja.

“Partai ini adalah identitas kelas yang menunjukkan perbedaan kepentingan tetapi untuk mencapai tujuan yang sama,” katanya.

Dia juga mengklaim hingga saat ini baru namanya yang telah diusulkan menjadi calon Ketua Umum Partai Buruh. Meski demikian Iqbal mengatakan nama lain berpotensi muncul jelang kongres.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum KPBI Ilhamsyah mengatakan selama ini aspirasi buruh kerap terhambat sehingga diperlukan kendaraan politik sendiri. Ia berharap partai bari ini bisa lolos verfikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan berlaga pada 2024.

“Kami evaluasi diri, tidak bisa hanya mengandalkan ekstraparlemen. Maka kami harus terlibat,” katanya.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait