Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 922, Terendah Sejak Pertengahan 2020

Rasio positif Covid-19 Indonesia juga terus menurun jadi 0,63%
Ameidyo Daud Nasution
4 Oktober 2021, 17:28
covid-19, corona, kasus covid
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Pengendara motor melintas disamping spanduk tes usap antigen di Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/9/2021). Pemerintah menurunkan batas tarif tertinggi tes usap antigen sebesar Rp99.000 untuk area Jawa-Bali dan untuk luar wilayah tersebut sebesar Rp109.000 guna mendorong peningkatan testing dalam menangani pandemi COVID-19.

Penularan Covid-19 terus menunjukkan tren penurunan sejak pertengahan Juli lalu. Bahkan pemerintah melaporkan kasus baru positif corona pada Senin (4/10) sebesar 922 orang, terendah sejak 14 Juni 2020 yakni 857 orang.

Angka kasus baru ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 146.708 orang. Ini berarti rasio positif Covid-19 kembali menyusut dari 0,71% pada Minggu (3/10) menjadi 0,63% pada hari ini.

 Provinsi DKI Jakarta menyumbangkan kasus baru terbanyak yakni 149 orang. Berikutnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 86 pasien baru dan Jawa Barat dengan 74 kasus.

Sedangkan angka kematian pasien corona hari ini bertambah 88 orang. Jawa Timur dan Lampung sama-sama menyumbang pasien meninggal paling banyak yakni delapan orang.

Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah 2.656 orang. Jawa Barat menyumbang angka kesembuhan paling banyak yakni 474, disusul Jawa Tengah dengan 305 orang pasien pulih.

Adapun kasus aktif Covid-19 Indonesia pada hari ini menurun 1.822 menjadi 31.054 orang. Sedangkan angka suspek hari ini menurun drastis jadi 108.264 dari 388.368 orang kemarin.

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan hingga 18 Oktober mendatang. Meski demikian, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjalankan pembatasan level 3.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pembatasan aktivitas di Jabodetabek belum turun status lantaran ada wilayah dengan cakupan vaksinasi rendah.  Oleh sebab itu pemerintah akan memacu vaksinasi di wilayah tersebut.

  "Jabodetabek belum turun karena ada Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Bekasi  masih kekurangan vaksin," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10).

Sedangkan lembaga Indonesia for Global Justice (IGJ) mengingatkan agar Indonesia tak tergesa-gesa masuk dalam status endemi Covid-19. Jika pelonggaran tak dilakukan bersama vaksinasi, kasus corona berpotensi melonjak lagi dan mengganggu aktivitas perdagangan.

“Tentu tidak dengan gegabah menetapkan status endemi. Evaluasinya harus lebih matang,” kata Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti, Senin (4/10) dikutip dari Antara.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait