Studi Merck & Co: Molnupiravir Efektif Lawan Covid-19 Varian Delta

Merck saat ini sedang melakukan uji coba tahap tiga Molnupiravir untuk mencegah penularan Covid-19
Image title
30 September 2021, 12:13
Merck, obat, varian Delta, covid-19
123RF.com/troyzen
Ilustrasi perlawanan terhadap virus Covid-19

Studi laboratorium yang dilakukan Merck & Co., Inc. menunjukkan bahwa antivirus Covid-19 mereka yakni Molnupiravir kemungkinan efektif melawan varian virus corona, termasuk Delta.  Hasil penelitian raksasa farmasi Amerika Serikat itu menunjukkan, obat tersebut paling mujarab bila diberikan pada tahap awal infeksi.

Dikutip dari Reuters, Kamis (30/9), Merck mengatakan Molnupiravir tidak menargetkan duri dari protein virus. Sebaliknya, obat ini menargetkan viral polimerase atau enzim yang dibutuhkan virus untuk membuat salinan dirinya sendiri. 

Merck sebelumnya mengambil sampel usap (swab) laboratorium peserta dalam uji coba awal saat terjadi lonjakan rawat inap dan kematian Covid-19. Hasilnya, Delta tidak beredar luas pada saat pengujian Molnupiravir.

Pada awal tahun ini, perusahaan tersebut menyatakan hasil uji coba kecil tahap menengah menunjukkan tidak ada pasien yang positif tertular virus setelah lima hari pengobatan Molnupiravir.

Mereka saat ini melakukan dua uji coba Fase III dari antivirus yang dikembangkan bersama Ridgeback Biotherapeutics untuk mengetahui pengobatan dan pencegahan Covid-19. Uji coba melibatkan pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, memiliki gejala tidak lebih dari lima hari, dan berisiko terkena penyakit parah.

Kepala Departemen Infeksi, Penyakit, dan Vaksin Merck Jay Grobler memperkirakan studi pengobatan Fase III akan selesai pada awal November. Namun ia berharap  obat tersebut terus bekerja secara efektif karena virus yang bermutasi. 

Sebelumnya, Pfizer juga meneliti obat antivirus oral untuk pencegahan infeksi Covid-19. Mereka menyusul para pesaingnya seperti Merck serta Roche untuk mengembangkan pil bagi pasien corona.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu menguji obat PF-07321332 pada 2.660 peserta dewasa sehat berusia 18 tahun ke atas. Sukarelawan akan tinggal di rumah yang sama dengan individu yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala.

Dalam uji coba, PF-07321332 dirancang untuk memblokir aktivitas enzim yang diperlukan agar virus corona berkembang biak. Obat tersebut akan diberikan bersama dengan ritonavir dosis rendah.

Pfizer juga telah memulai penelitian PF-07321332 pada pasien dewasa bergejala yang tidak dirawat di rumah sakit. Sebagai informasi, saat ini pengobatan antivirus yang disetujui untuk Covid-19 di Amerika Serikat hanya remdesivir buatan Gilead Sciences Inc.

(Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah pada Kamis (7/10) pukul 10.50 untuk membedakan Merck & Co., Inc. yang merupakan perusahaan Amerika Serikat dengan Merck Group yang merupakan perusahaan asal Jerman)

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait