Finlandia Hentikan Penggunaan Vaksin Moderna Pada Pria Usia Muda

Sebelumnya Swedia dan Denmark menghentikan penggunaan vaksin Moderna usai laporan efek kardiovaskular pada pria muda
Image title
8 Oktober 2021, 11:55
Moderna, finlandia, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Vaksin Covid 19 Moderna

Finlandia menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk pria muda lantaran ada laporan efek samping kardiovaskular yang langka. Mereka menyusul langkah tetangganya yakni Swedia dan Denmark yang juga membatasi vaksin Amerika Serikat itu.

Hal ini diputuskan usai adanya studi di Finlandia, Norwegia, Denmark dan Swedia soal dampak vaksin Moderna kepada kondisi jantung pria di bawah 30 tahun. Sebagai gantinya, negara tersebut akan memberikan vaksin Pfizer kepada laki-laki yang lahir pada tahun 1991 dan setelahnya. 

"Sebuah studi menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi dibandingkan yang mengembangkan miokarditis atau peradangan pada otot jantung," kata Direktur Institut Kesehatan Finlandia Mika Salminen, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/10).

Selain Finlandia, pejabat kesehatan Swedia dan Denmark telah menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna untuk semua dewasa muda dan anak-anak. Langkah tersebut diumumkan pada Rabu (6/8) lalu.

Norwegia juga telah merekomendasikan pria di bawah usia 30 tahun untuk memilih vaksin Pfizer. Sementara, lembaga Finlandia mengatakan studi Nordik akan diterbitkan dalam beberapa minggu dan data awal telah dikirim ke European Medicines Agency (EMA) untuk penilaian lebih lanjut.

Sementara itu, seorang juru bicara Moderna mengatakan, pihaknya telah mengetahui keputusan regulator Swedia dan Denmark. Menurutnya, efek samping tersebut merupakan kasus ringan.

"Individu cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan standar dan istirahat. Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," bunyi pernyataan Moderna. 

Pada Juli, Komite Keselamatan EMA menyimpulkan kondisi jantung inflamasi dapat terjadi setelah vaksinasi dengan Spikevax atau suntikan Pfizer/BioNTech Comirnaty. Kejadian ini lebih sering pada pria yang lebih muda setelah suntikan dosis kedua.

Namun, regulator di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menekankan manfaat suntikan Moderna dan Pfizer-BioNTech dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risikonya.

 

Sementara, Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza mengatakan, Italia tidak berencana untuk menangguhkan vaksin Moderna. Ia berharap negara-negara Eropa harus saling mempercayai referensi yang telah ada.

"Kami harus mempercayai otoritas internasional, dimulai dengan EMA yang merupakan lembaga referensi kami dan telah menyatakan penilaian yang sangat jelas tentang masalah ini," kata Speranza.

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait