AP I Beri Diskon Biaya Pendaratan Maskapai Internasional ke Bali

Diskon berlaku sejak 14 Oktober 2021 hingga 30 Juni 2022. Insentif ini hanya diberikan kepada maskapai penumpang terjadwal yang menerbangi rute Bali
Ameidyo Daud Nasution
13 Oktober 2021, 19:10
bali, maskapai, bandara, internasional
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Penumpang pesawat udara berjalan menuju pintu keluar di area Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (5/5/2021). Menjelang pemberlakuan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021, terjadi peningkatan arus penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Ngurah Rai Bali dengan jumlah penumpang lebih dari 10 ribu orang per hari.

Pemerintah akan kembali membuka Bali bagi pelancong internasional mulai Kamis (14/10) besok. Untuk mendukung pemulihan pariwisata, PT Angkasa Pura I (Persero) memberikan diskon biaya pendaratan (landing fee) kepada maskapai yang menerbangi jalur internasional dari dan ke Pulau Dewata.

Diskon dibagi menjadi dua periode yakni 100% untuk tanggal 14 Oktober hingga 31 Desember 2021 dan 50% untuk 1 Januari sampai 30 Juni 2022. Angkasa Pura I juga akan membantu promosi rute penerbangan maskapai yang telah mendapatkan insentif seperti di media sosial.

“Diharapkan akan meringankan beban maskapai untuk mengaktifkan kembali rute internasional mereka dari dan menuju Bali,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10).

 

Ada tiga kriteria yang perlu dipenuhi maskapai yang ingin mendapatkan insentif. Pertama, mereka merupakan perusahaan angkutan udara asing. Kedua, memiliki penerbangan regular berjadwal. Ketiga, bukan penerbangan kargo, charter, dan general aviation.

Dari catatan Angkasa Pura, bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 50 destinasi internasional sebelum pendemi melanda. Penumpang internasional juga sempat mencapai 13,8 juta orang pada 2019.

“Pesawat terbanyak digunakan jenis Boeing 777, Boeing 787, dan Airbus 330,” demikian keterangan tertulis AP I.

Sedangkan pemerintah telah memberikan sejumlah persyaratan bagi turis asing yang ingin ke Bali demi mencegah Covid-19.  Penumpang harus mengikuti sejumlah ketentuan sebelum kedatangan (requirement pre-departure). Salah satunya harus memiliki asuransi dengan nilai pertanggungan minimal US$ 100 ribu atau Rp 1,42 miliar (kurs Rp 14.207 per US$).

Wisman harus berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate di bawah 5%. Kemudian, mereka wajib membawa hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Selanjutnya, wisman membawa bukti vaksinasi lengkap dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan. Bukti vaksin ditulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal. Turis juga harus membawa konfirmasi pembayaran akomoasi selama di Indonesia dan penyedia pihak ketiga.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait